PONTIANAKGLOBE -- Dampak penembakan remaja berusia 17 tahun membuat sejumlah kota di Prancis hingga saat ini belum terkendali.
Letupan kerusuhan kecil masih terjadi dengan demonstrasi terhadap pihak kepolisian terutama di Nantaree, kota di pinggir Paris.
Sementara itu di Kota Lyon, polisi terpaksa melepaskan tembakan kembang api untuk menghalau kerumumanan demonstran. Sama seperti kota lain, di Marseille juga masih memanas berbeda dengan Paris yang mulai tenang.
Hingga berita ini diturunkan hampir 1.350 mobil terbakar dan ratusan toko dijarah oknum demonstran.
Demonstran terlihat membakar kendaraan mobil dan melakukan penjarahan. Dampak kerusuhan yang meluas di Prancis tersebut membuat polisi mengerahkan hingga 45.000 personil.
Polisi juga menurunkan kendaraan lapis baja untuk mengatasi kerusuhan tersebut. Sebagaimana diketahui, pemicu kerusuhan di Prancis bermula dari penembakan jarak dekat polisi terhadap Nahel.
Dia adalah remaja keturunan berusia tahun keturunan Aljazair dan Maroko. Peristiwa tersebut membuat penduduk Prancis marah dan mencari polisi yang bertemu di jalan.
Artikel Terkait
Presiden Arema Gilang Widya Pramana Menyesal dan Minta Maaf. Korban Kerusuhan Kanjuruhan Capai 448 Jiwa
Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2023, Perjuangan Pekerja Bermula Dari Kerusuhan di Chicago Amerika Serikat