PONTIANAKGLOBE -- Angka kelahiran di Jepang yang kian terus turun dinilai mengkhawatirkan membuat pemerintah negeri tersebut bakal menganggarkan dana sebesar 25 miliar US Dolar untuk membantu anak muda hidup berkeluarga.
Anggaran sebesar itu untuk subsidi kepada anak muda yang ingin memiliki anak dan sekaligus bantuan pendidikan dan perawatan prenatal juga promosi gaya kerja yang fleksibel dan cuti ayah.
Dilansir dari laman Channel News Asia, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan kebijakan itu diambil untuk mengatasi masalah keturunan angka kelahiran di Jepang.
"Sekaligus langkah-langkah untuk meningkatkan pendapatan bagi kaum muda dan generasi yang mengasuh anak," kata Fumio Kishida dikutip Pontianak Globe, Sabtu, 3 Juni 2023.
Dari anggaran 25 miliar US Dolar miliar tersebut, Fimio Kishida mengatakan untuk jangka waktu 3 tahun ke depan. ***
Artikel Terkait
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Bertolak ke Jepang Hadiri KTT G7
Ketum PSSI Erick Thohir Ingin Sepakbola Putri Indonesia Berprestasi di Asia Setelah Dilatih Jepang