Kisah Haymarket Riot yang Dianggap Cikal Bakal May Day. Perjuangkan Waktu Bekerja dari 12 Jam Menjadi 8 Jam

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 29 April 2023 | 18:57 WIB
Hari Buruh International atau May Day, peringatan ini bertalian dengan Haymarket Riot atau Kerusuhan Haymarket terjadi pada tanggal 4 Mei 1886 di Chicago, Amerika Serikat.  (Pontianak Globe/Pixabay.com @sanjay_kj)
Hari Buruh International atau May Day, peringatan ini bertalian dengan Haymarket Riot atau Kerusuhan Haymarket terjadi pada tanggal 4 Mei 1886 di Chicago, Amerika Serikat. (Pontianak Globe/Pixabay.com @sanjay_kj)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Haymarket Riot atau Kerusuhan Haymarket terjadi pada tanggal 4 Mei 1886 di Chicago, Amerika Serikat.

Kerusuhan ini terjadi saat ribuan buruh menggelar unjuk rasa untuk memperjuangkan hak-hak mereka, seperti jam kerja yang lebih singkat dan upah yang lebih baik.

Pada saat itu, jam kerja yang umum adalah 12 jam per hari, enam hari seminggu.

Buruh yang berjuang untuk jam kerja delapan jam dianggap sebagai kaum radikal dan sering dianggap sebagai ancaman bagi pihak majikan dan pemerintah.

Pada hari kerusuhan, para buruh berkumpul di Haymarket Square untuk mendengarkan pidato dari para pemimpin serikat pekerja.

Pidato berjalan dengan damai hingga polisi datang dan mencoba membubarkan kerumunan.

Tiba-tiba, sebuah bom molotov dilemparkan ke arah polisi dan meledak, menewaskan tujuh orang polisi dan melukai puluhan lainnya.

Polisi kemudian membuka tembakan ke arah kerumunan, menewaskan beberapa orang buruh dan melukai banyak lainnya.

Sejumlah buruh kemudian ditangkap dan diadili atas tuduhan terorisme.

Empat orang di antaranya dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi.

Keempat orang tersebut kemudian dikenal sebagai "Martyrs of Chicago" atau "Para Martir dari Chicago".

Haymarket Riot menjadi momen penting dalam sejarah gerakan buruh Amerika Serikat.

Setelah insiden ini, buruh di seluruh negeri mulai menuntut hak-hak mereka secara lebih terorganisir dan agresif.

1 Mei kemudian diperingati sebagai Hari Buruh Internasional sebagai penghormatan kepada para martir Haymarket.

Empat orang buruh yang dijatuhi hukuman mati atas tuduhan terorisme terkait Haymarket Riot adalah August Spies, Albert Parsons, George Engel, dan Adolph Fischer.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X