Usai Netizen Komentar Pembubaran Klub Motor Belasting Rijder, Begini Jawab Menteri Keuangan Sri Mulyani.

photo author
Yanuarius Viodeogo Seno, Pontianak Globe
- Selasa, 28 Februari 2023 | 15:11 WIB
Menteri Keuangan minta Komunitas klub Blasting Rijder Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bubar (Sumber foto: instagram @smidrawati)
Menteri Keuangan minta Komunitas klub Blasting Rijder Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bubar (Sumber foto: instagram @smidrawati)

PONTIANAKGLOBE -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani angkat bicara soal komentar publik atas keberadaan klub motor gede komunitas para pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Belasting Rijder.

Klub motor itu menjadi perhatian publik setelah Menkeu Sri Mulyani memposting di instagramnya agar klub motor gede komunitas DJP dibubarkan karena memberikan citra negatif terhadap jajaran DJP.

Dalam satu kesempatan berdiskusi dengan Chairul Tanjung di Economic Forum, Menkeu Sri Mulyani mengatakan agar masyarakat bisa melihat bahwa masih ada pegawai DJP yang bekerja keras, jujur dan meninggalkan keluarga saat tugas sehingga pegawai ingin membayar jerih payahnya dengan membeli motor.

"Meskipun dari uang halal gaji kamu, ingin rilex oke jangan naik motor gede tapi jalan kaki seputar senayan dan makan bubur ayam itu sehat. Tapi kan namanya manusia biasa yang ingin hidup kita dihargai [membeli motor] secara baik," kata Sri Mulyani dikutip Pontianak Globe, Selasa (28 Februari 2023).

Dia mengatakan agar pegawai DJP yang menampilkan kemewahan tidak marah atas penilaian publik sehingga dianggap mempertahankan diri.

Oleh karena itu, Menkeu Sri Mulyani berharap seluruh pegawai DJP dan Kemenkeu membuktikan kepada publik bahwa telah bekerja keras, bersih dan jujur.

Menkeu Sri Mulyani menekankan bahwa masih banyak pegawainya yang sungguh-sungguh bekerja untuk mengumpulkan hingga mengelola pajak hingga Rp1.718 triliun pada 2023 lalu.

"Itu ada yang sampai pindah lokasi KPP, berpisah dengan keluarga. Saya sebagai pimpinan membela yang bekerja kerjas, jujur karena mereka tersakiti, terkhianati dan terluka. Saya secara obyektif jika beban kredibilitas bertambah kita harus tegas," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X