Erupsi Lewotobi Laki-laki Timbulkan Abu Hingga 18.000 Meter, Ini Wilayah Terdampak

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 2 Agustus 2025 | 20:20 WIB
Tampak aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini masih terpantau tinggi pada Sabtu (2/8). Status AWAS masih diberlakukan sejak 17 Juni 2025. (BNPB)
Tampak aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini masih terpantau tinggi pada Sabtu (2/8). Status AWAS masih diberlakukan sejak 17 Juni 2025. (BNPB)

PONTIANAKGLOBE.COM, FLORES TIMUR -- Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih terpantau tinggi pascaerupsi besar pada Jumat, 1 Agustus 2025, malam.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, status Awas (Level IV) masih berlaku sejak 17 Juni 2025.

Baca Juga: Ozzy Osbourne, Vokalis Legendaris Black Sabbath, Tutup Usia di 76 Tahun

Merespons erupsi yang terjadi pukul 20.48 WITA, Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto SSos, MM, menggelar rapat koordinasi penanganan darurat bencana secara daring pada Sabtu pagi, 2 Agustus 2025.

Ia menegaskan pentingnya evakuasi total dari wilayah rawan bencana (KRB), terutama warga Desa Boru yang masih bertahan di zona bahaya.

"Gunung ini sudah beberapa kali meletus. Tidak aman lagi untuk ditinggali. Semua warga harus keluar dari KRB dan tidak kembali ke kampung asal," tegas Suharyanto.

BNPB juga mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) tahap III.

Dari target 100 unit kopel, 68 unit telah selesai. Diharapkan seluruh pengungsi bisa menempati huntara ini pada pertengahan Agustus 2025.

Baca Juga: Raline Shah Santai Disebut Presiden Jomblo, 'Kita Laku, Tapi Belum Mau'

Aktivitas Vulkanik Masih Dinamis

Sejak awal 2024 hingga Agustus 2025, PVMBG sudah enam kali menetapkan status Awas bagi gunung berketinggian 1.584 mdpl ini.

Karakteristik erupsi Lewotobi Laki-laki cenderung eksplosif, menghasilkan lontaran material pijar, abu vulkanik, hingga potensi erupsi magmatis seperti kubah lava dan awan panas guguran.

Erupsi besar Jumat malam tercatat sebagai salah satu yang terbesar, dengan kolom abu mencapai 18.000 meter dari puncak gunung.

Durasi letusan mencapai 14 menit 5 detik, melampaui letusan pada 7 Juli 2025.

Kepala PVMBG Hadi Wijaya mengungkapkan, peningkatan kegempaan masih terjadi dan bisa memicu erupsi susulan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X