PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Posisi utusan khusus presiden kini dianggap memberatkan baik untuk pemerintah maupun keuangan negara.
Hal ini disebabkan oleh adanya struktur yang terlalu besar di sekitar Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: PDI-P Umumkan Pemecatan 27 Kader, Termasuk Jokowi, Gibran dan Juga Menantunya Bobby
Dedi Kurnia Syah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), menilai bahwa keberadaan utusan khusus presiden justru menambah beban.
Menurutnya, beberapa lembaga, seperti kantor staf presiden dan kantor komunikasi publik, tumpang tindih dalam fungsinya.
Dedi bertanya-tanya, "Apa kontribusi mereka bagi presiden?".
Ia menambahkan bahwa adanya dewan pertimbangan presiden semakin membuat struktur ini membingungkan.
Menurutnya, jika presiden tidak memanfaatkan utusan khusus tersebut, maka keberadaan mereka menjadi tidak berguna, baik bagi presiden maupun secara keseluruhan dalam struktur pemerintahan.
Dedi memberikan contoh tugas Miftah Maulana Habiburrahman yang mengurus kerukunan agama dan sarana keagamaan, yang seharusnya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama (Kemenag).
Baca Juga: Manchester City Lakukan Cuci Gudang, De Bruyne, Kyle Walker, dan Grealish Jadi Korban
"Keberadaan utusan khusus ini justru bisa memperumit tugas Kemenag," ujarnya.
Dedi juga menilai bahwa jika tokoh seperti Miftah diberi jabatan namun tidak menunjukkan sikap atau perilaku yang sesuai dengan representasi presiden, ini bisa menimbulkan masalah.
Selain itu, ia khawatir posisi ini dimanfaatkan oleh individu-individu yang tidak patuh pada administrasi negara dan hanya menggunakan kedekatannya dengan presiden untuk keuntungan pribadi.
Kritik Terhadap Peran Utusan Khusus Presiden
Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), juga menilai bahwa sejauh ini publik tidak melihat kontribusi nyata dari utusan khusus presiden.
Artikel Terkait
Penerapan GCG Terbaik, BRI Diganjar Dua Penghargaan di IICD 2024
Pasca Pilkada, Gema Kalbar: Perbedaan Pilihan Tak Boleh Pecah Belah Persatuan
Kabar Terbaru Jessica Iskandar, Transfusi Darah Setelah Pendarahan Pascamelahirkan. Begini Doa Vincent Verhaag
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus Tinjau Banjir di Ambawang, Soroti Penyempitan Sungai dan Tawarkan Solusi. Begini Kata Tokoh Pemuda Herkulanus Agus
Menyelami Kasus Gus Miftah yang Ejek Penjual Es Teh, Boy Candra Soroti Luka yang Tak Hilang dengan Maaf
Gus Miftah Resmi Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden, Baru Sebulan Terima Gaji, Jumlahnya Ternyata Segini