Jaringan Pemred Promedia atau JPP Gelar Audiensi dengan Dewan Pers Bahas Publisher Rights, Ini Hasilnya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 21 Maret 2024 | 20:01 WIB
CEO Promedia, Agus Sulistriyono, bersama Pengurus Jaringan Pemred Promedia (JPP), mengadakan audiensi dengan Dewan Pers pada Kamis, 21 Maret 2024. (JPP)
CEO Promedia, Agus Sulistriyono, bersama Pengurus Jaringan Pemred Promedia (JPP), mengadakan audiensi dengan Dewan Pers pada Kamis, 21 Maret 2024. (JPP)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- CEO Promedia Teknologi, Agus Sulistriyono, bersama Pengurus Jaringan Pemred Promedia (JPP), mengadakan audiensi dengan Dewan Pers pada Kamis, 21 Maret 2024.

Jaringan Pemred Promedia (JPP) diterima oleh Totok Suryanto, anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri.

Baca Juga: Buka Kongres XXV PWI, Presiden Ajak Insan Pers Pegang Teguh Kode Etik Jurnalistik

Dalam pertemuan tersebut, CEO Promedia, Agus Sulistriyono, memberikan pemaparan kepada anggota Dewan Pers tentang perkembangan mitra Promedia yang kini mencakup 1.065 media di seluruh Indonesia hingga Maret 2024.

Totok Suryanto menyambut baik perkembangan Promedia yang telah mencakup ribuan media.

"Saya menitipkan pesan dari Dewan Pers agar Promedia terus mempertahankan mutu konten. Hindari praktik copy and paste semata," katanya.

Agus Sulistriyono menanggapi hal tersebut dengan menegaskan pentingnya menjaga kualitas konten, mengingat latar belakangnya sebagai jurnalis.

"Sebagai seorang jurnalis, saya selalu menekankan kepada mitra untuk menjaga mutu konten mereka," ungkapnya.

Baca Juga: Dewan Pers Memastikan Upaya Perlindungan Wartawan dan Keberlanjutan Media Terus Dijaga di Tahun Politik

Sulistriyono menjelaskan bahwa Jaringan Pemred Promedia (JPP) dibentuk sebagai wadah resmi para pemimpin redaksi dalam ekosistem Promedia.

"JPP merupakan rumah resmi bagi para pemimpin redaksi di lingkungan Promedia," tambahnya.

Dalam diskusi mengenai Hak Publisher, Totok menyampaikan kekhawatiran dari media-media kecil terkait kemungkinan tersingkir oleh media-media besar.

Dia menekankan perlunya semua media untuk berkomitmen pada kualitas produk jurnalistik mereka agar dapat bertahan di pasar.

Totok juga menyoroti praktik clickbait dan masalah kepercayaan pembaca terhadap media.

"Kepercayaan adalah kunci dalam industri media. Praktik clickbait dan kekurangan kepercayaan dari pembaca dapat merugikan media," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X