Bukan Hanya Sumber Daya Alam, Prabowo Gibran Fokus pada Konservasi Kebudayaan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 4 Februari 2024 | 09:47 WIB
Gibran Rakabuming Raka menghadiri pertemuan dengan komunitas-komunitas anak muda kreatif di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu, 3 Februari 2024. (Dok. Pontianak Globe)
Gibran Rakabuming Raka menghadiri pertemuan dengan komunitas-komunitas anak muda kreatif di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu, 3 Februari 2024. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, TANGERANG -- Pemanfaatan dan konservasi terhadap kekayaan bangsa Indonesia tetap menjadi fokus utama bagi Pasangan Calon Nomor urut 2, Prabowo Gibran.

Budisatrio Djiwandono, Komandan Tim Komunikasi TKN, menjelaskan bahwa konservasi yang diusung oleh Prabowo Gibran tidak hanya terbatas pada sumber daya alam, melainkan juga melibatkan konservasi kebudayaan bangsa.

Baca Juga: Begini Kata Cawapres Nomor Urut 2 Gibran Rakabuming Raka Terkait Peningkatan Presisi Kartu Tani dan Bansos

Ia kemudian merinci program-program yang dirancang untuk mencapai tujuan tersebut.

“Bagi Prabowo Gibran, konservasi kekayaan bangsa Indonesia tidak hanya terkait dengan alam, tetapi juga berfokus pada konservasi budaya Indonesia. Ini adalah identitas bangsa, akar nasionalisme kita, dan hal yang akan kita wariskan kepada generasi mendatang,” kata Budisatrio di Jakarta, Sabtu, 3 Februari 2024.

Langkah pertama yang diambil, lanjut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI tersebut, adalah peningkatan anggaran untuk bidang kebudayaan.

Baca Juga: Kelompok Usaha Warga Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo-Gibran, Tegaskan Keberlanjutan Program UMKM

“Sesuai dengan visi misi kami dalam Astacita ke-8, anggaran untuk penelitian dan pelestarian situs budaya sejarah akan ditingkatkan. Ini termasuk persiapan dana abadi kebudayaan. Ini penting agar semua pihak yang terlibat dalam kebudayaan mendapatkan semangat baru,” terang Budisatrio.

Konservasi budaya Indonesia akan dilakukan oleh Prabowo Gibran melalui modernisasi tata kelola dalam Program Nasional Perlindungan Warisan Budaya.

Program ini bertugas untuk menjaga keberlanjutan budaya Indonesia, baik yang berwujud (tangible) maupun tidak (intangible).

“Yang berwujud, seperti motif batik, pakaian adat, prasasti, istana, keraton, candi, alat musik. Yang tidak berwujud, seperti cerita rakyat, bahasa ibu, peribahasa, dan kearifan lokal, termasuk lagu-lagu tradisional. Semua ini adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga,” jelas Budisatrio.

Baca Juga: Relawan Ketuk Pintu (RKP) Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo-Gibran dan Ajak Masyarakat ke TPS

Untuk melestarikan budaya yang berwujud, Budisatrio menegaskan bahwa revitalisasi cagar budaya yang ada akan dilakukan.

“Banyak situs warisan budaya Indonesia masih menghadapi risiko kerusakan. Kami akan merevitalisasi bangunan-bangunan bersejarah dan cagar budaya. Hal ini penting sebagai wadah pembelajaran nilai-nilai luhur bangsa, terutama bagi generasi muda,” tambahnya.

Sementara itu, untuk budaya yang tidak berwujud, Prabowo Gibran akan membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya tradisional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X