Sosialisasi Program GAMA CERDAS oleh Tim Pemenangan Muda Ganjar-Mahfud untuk Pencegahan Stunting di Jateng

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 2 Februari 2024 | 19:58 WIB
Direktur Perempuan dan Disabilitas Tim Pemenangan Muda (TPM) Ganjar-Mahfud bekerja sama dengan TPM Jawa Tengah menggelar kegiatan penyuluhan pangan sehat guna mencegah stunting pada tanggal 30 Januari 2024 di Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, Banjarnegara. (Dok. Pontianak Globe)
Direktur Perempuan dan Disabilitas Tim Pemenangan Muda (TPM) Ganjar-Mahfud bekerja sama dengan TPM Jawa Tengah menggelar kegiatan penyuluhan pangan sehat guna mencegah stunting pada tanggal 30 Januari 2024 di Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, Banjarnegara. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANJARNEGARA -- Direktur Perempuan dan Disabilitas Tim Pemenangan Muda (TPM) Ganjar-Mahfud bekerja sama dengan TPM Jawa Tengah menggelar kegiatan penyuluhan pangan sehat guna mencegah stunting pada tanggal 30 Januari 2024 di Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, Banjarnegara.

Kegiatan ini dilakukan bersama Ikatan Pemuda Desa (IPDA) Indonesia dan didampingi oleh wakil deputi Tim Pemenangan Muda (TPM) Khaleed H Pranowo.

Baca Juga: Survei Litbang Kompas Mengungkap Elektabilitas Ganjar Merosot Tajam, Diiringi dengan Dukungan Pendukung Jokowi dan PDI-P kepada Prabowo

Secara geografis, Kebondalem berada di perbatasan Banjarnegara dan Kebumen.

"Dalam konteks membantu masyarakat pedesaan, TPM Ganjar-Mahfud memilih wilayah terpencil untuk memberikan manfaat dan mengidentifikasi kebutuhan di luar perkotaan," kata Direktur TPM Wilayah Jateng, Arifin Kusuma Wardani, setelah kegiatan penyuluhan pada Selasa, 30 Januari 2024.

Pada tahun 2022, Indonesia menduduki peringkat keempat sebagai penyumbang balita stunting terbanyak setelah India, Nigeria, dan Pakistan.

Dampaknya terlihat pada kualitas kognitif data OECD, di mana remaja Indonesia menempati peringkat ke-71 dari 77 negara untuk skor sains, matematika, dan membaca.

Baca Juga: Elektabilitas Ganjar Pranowo Menurun, Ternyata Ini Sebabnya Menurut Peneliti Median

Direktur Perempuan dan Disabilitas TPM Ganjar-Mahfud Dr Puspita, menyampaikan bahwa berdasarkan Data JME UNICEF dan World Bank 2020, prevalensi stunting di Indonesia berada di posisi 115 dari 151 negara.

"Hanya 53 persen anak Indonesia yang mampu mencapai potensi maksimalnya di usia produktif. Ini merupakan tanggung jawab bersama kita menghadapi bonus demografi dan menuju Indonesia emas," ungkap Dr Puspita setelah kegiatan.

"Kami memiliki target penurunan stunting hingga 14% pada tahun 2024, sehingga stunting menjadi fokus utama Ganjar Mahfud. TPM berkomitmen untuk menyampaikan edukasi stunting secara efektif hingga ke tingkat keluarga," lanjutnya.

Dr Puspita menjelaskan bahwa selain gizi seimbang, stimulasi berperan penting dalam perkembangan fisik dan otak anak.

Baca Juga: Ganjar Pranowo tetap optimis meski elektabilitasnya disalip AMIN di survei Litbang Kompas

Oleh karena itu, Direktorat Perempuan dan Disabilitas menciptakan gerakan "GAMA CERDAS (Gerakan Anak masa depan Cerah Bebas Dari Stunting)" dengan kegiatan seperti edukasi pangan sehat kepada masyarakat, diskusi dengan kader Posyandu, dan memberikan buku panduan stimulasi anak.

Arifin Kusuma Wardani, Direktur TPM Ganjar-Mahfud Jawa Tengah, menegaskan bahwa program ini dilakukan untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X