RIP! Ignas Kleden, Filsuf dan Budayawan Terkemuka Indonesia, Meninggal Dunia

photo author
Gerard Weruin, Pontianak Globe
- Senin, 22 Januari 2024 | 18:24 WIB
Ignas Kleden dalam satu kesempatan semasa hidup. (Pontianak Globe/Instagram @irmahutabaratofficial)
Ignas Kleden dalam satu kesempatan semasa hidup. (Pontianak Globe/Instagram @irmahutabaratofficial)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kabar duka menerpa dunia kebudayaan Indonesia dengan berpulangnya budayawan, sosiolog, dan filsuf, Ignas Kleden, pada usia 75 tahun. Informasi ini disampaikan melalui sejumlah grup WhatsApp pada Senin, 22 Januari 2024.

Menurut pesan singkat yang beredar, "Telah berpulang dalam damai, Bapak Ignas Kleden pada Senin, 22 Januari pukul 03.46 WIB di RS Suyoto, Jakarta Selatan."

Baca Juga: Polri Buka Rekrutmen SIPSS dan Bintara untuk Penyandang Disabilitas: Ini Informasi Lengkap Serta Syarat-syaratnya

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai penyebab wafatnya Ignas Kleden, termasuk mengenai persemayaman jenazah.

Ignas Kleden, lahir di Larantuka, Flores Timur (Flotim), NTT, pada 19 Mei 1948.

Ia dikenal sebagai seorang sosiolog dan sarjana filsafat Indonesia dengan pemikiran yang kritis dan berani menentang arus.

Keintelektualannya telah memberikan kontribusi berharga dalam dunia pemikiran di Indonesia.

Ignas Kleden menunjukkan kecerdasan sejak kecil, meraih predikat lulusan terbaik di sekolah dasar, dan kemudian diterima di seminari di Flores untuk menjadi pastor. Namun, setelah beberapa tahun di seminari, ia menyadari bahwa panggilan intelektualnya lebih kuat daripada panggilan sebagai pastor. Meskipun keluar menjelang tahbisan, keputusannya untuk fokus pada pengembangan gagasan keilmuan dengan menulis dianggapnya sebagai pilihan yang tepat.

Baca Juga: G-Shock GW-3000B: Jam Tangan Pilot Anti Gravitasi yang Tangguh dan Akurat

Setelah keluar dari seminari, Ignas melanjutkan studi di Jerman, meraih gelar sarjana muda di filsafat, serta gelar master dan doktor di sosiologi.

Aktif menulis untuk majalah dan jurnal di Indonesia selama di Jerman, Ignas juga berdiskusi dengan intelektual dan aktivis sejawat serta mengembangkan pemikirannya tentang berbagai isu sosial dan politik.

Kembali ke Indonesia pada 1974, Ignas semakin aktif sebagai kolumnis di majalah TEMPO dan editor di beberapa penerbit buku.

Selain menulis, ia terlibat dalam penelitian, bekerja sebagai peneliti di lembaga The Society for Political and Economical Studies, serta turut mendirikan Go East yang menjadi Pusat Pengkajian Indonesia Timur.

Baca Juga: Timex Marlin Jet Automatic: Jam Tangan Retro-Futuristik dengan Tema Luar Angkasa

Ignas Kleden dikenal sebagai intelektual yang kritis dan berani menyuarakan pendapatnya, bahkan jika itu bertentangan dengan opini umum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X