Maruarar Sirait: Jika Tak Ada Jokowi dan Prabowo, Tidak Akan Ada Teladan Kerukunan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 21 Januari 2024 | 17:11 WIB
Ara menyampaikan doa dan dukungan ini dalam acara deklarasi dukungan 'Sahabat Bang Ara' untuk Prabowo-Gibran di Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu, 21 ).Januari 2024. (Dok. Pontianak Globe)
Ara menyampaikan doa dan dukungan ini dalam acara deklarasi dukungan 'Sahabat Bang Ara' untuk Prabowo-Gibran di Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu, 21 ).Januari 2024. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, MAJALENGKA -- Politisi senior, Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Bang Ara, mengungkapkan doa dan dukungannya untuk calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, agar dapat memimpin bangsa Indonesia selama 10 tahun ke depan.

Ara menyampaikan doa dan dukungan ini dalam acara deklarasi dukungan 'Sahabat Bang Ara' untuk Prabowo-Gibran di Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu, 21 ).Januari 2024.

Baca Juga: Prediksi Real Madrid vs Almeria di LaLiga Spanyol: Los Blancos Berpeluang Menyodok Puncak Klasemen

“Kita doakan Pak Prabowo menjadi Presiden Indonesia selama 10 tahun. Kita berdoa agar beliau sehat dan mampu mendukung program-program pemerintah yang akan memberikan kesejahteraan bagi rakyat Majalengka dan Indonesia,” ujar Ara.

Ara juga menjelaskan alasan mendukung Prabowo-Gibran. Menurutnya, Prabowo menjadi simbol kerukunan di Indonesia.

Ara menyoroti bahwa Prabowo dan Joko Widodo (Jokowi) pernah menjadi rival dalam pemilihan presiden pada tahun 2014 dan 2019.

Baca Juga: Kesulitan Dinar Candy Melepaskan Ko Apex, Bukan karena Harta Melainkan Cinta yang Sejati: Sudah 3 Kali Ditinggalkan

Namun, setelah Pemilihan Presiden 2019, Jokowi mengajak Prabowo untuk bergabung dalam pemerintah.

“Pak Jokowi dengan rendah hati meminta Pak Prabowo untuk bergabung dalam pemerintahan. Meskipun pendukung Pak Prabowo ada yang tidak setuju dan menganggapnya pengkhianat karena bersekutu dengan lawan politiknya, namun demi persatuan bangsa dan negara, demi terciptanya kerukunan, Pak Prabowo dan Pak Jokowi bersatu. Ini adalah pengorbanan mereka untuk Indonesia,” ungkap Ara.

Menurut Ara, kedua tokoh tersebut memberikan contoh bahwa rivalitas politik tidak boleh mengalahkan kepentingan bersama bangsa dan negara yang menginginkan kedamaian.

Baca Juga: Udinese Vs AC Milan: Rossoneri Menang 3-2 dalam Drama Lima Gol

“Jika tidak ada Jokowi dan Prabowo, kita tidak akan memiliki contoh kerukunan. Para pemimpin hanya akan terus konflik dan bertarung. Kami bersyukur karena Bung Karno mengajarkan untuk tidak melupakan sejarah,” kata Ara.

“Pak Jokowi dan Pak Prabowo menghormati sejarah dan menciptakan sejarah. Tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga di mata dunia. Ini adalah nilai yang luar biasa. Dua orang yang berjuang keras dapat bersatu untuk Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga: Barcelona Tembus Perempat Final Copa del Rey, Usai Comeback Melawan Unionistas

Ara juga menyatakan bahwa dia belajar banyak dari Prabowo tentang sikap apa adanya, dan menggambarkan Prabowo sebagai sosok yang tulus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X