Budisatrio Djiwandono Sebut Mimpi Besar Prabowo Subianto Perut Masyarakat Indonesia Kenyang Berkelanjutan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 21 Januari 2024 | 15:32 WIB
Komandan Tim Komuinikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono. (Dok. Pontianak Globe)
Komandan Tim Komuinikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Budisatrio Djiwandono, Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo Gibran, mengakui bahwa Calon Presiden Prabowo Subianto memiliki fokus yang besar pada isu pangan.

Menurut Budisatrio, meskipun terdengar sederhana, penyediaan makanan bagi masyarakat adalah bukti bahwa Prabowo memahami persoalan strategis yang menentukan nasib bangsa.

Baca Juga: Honda Memperkenalkan New XL750 TRANSALP, Sahabat Baru untuk Para Penjelajah Jalanan, Simak Fitur Lengkapnya

“Benar bahwa mimpi Pak Prabowo adalah memastikan perut masyarakat Indonesia terisi dan berkelanjutan. Ini bukan hanya hak dasar, melainkan juga masalah hidup mati bagi bangsa. Mereka yang menganggap isu pangan kurang penting mungkin belum sepenuhnya menyadari realitas lapangan dan tantangan masa depan," kata Budisatrio kepada wartawan pada Minggu, 21 Januari 2024.

Budisatrio Djiwandono, yang juga menjabat sebagai pimpinan Komisi IV DPR RI, kemudian menjelaskan fakta yang mendukung pernyataannya.

Baca Juga: Honda Vario 160 ABS dan CBS Punya 6 Perbedaan, Bukan Cuma Rem, Ini Datanya yang Kamu Harus Tahu

Ia mencatat adanya ketimpangan besar antara pertumbuhan jumlah penduduk dengan lahan pertanian saat ini.

"Penduduk kita bertambah 3 juta orang setiap tahun, sekitar 5 bayi per menit. Pada tahun 2045, diprediksi jumlah penduduk kita mencapai 324 juta jiwa. Sementara itu, lahan pertanian terus menyusut sebanyak 100.000 hektar setiap tahun. Pak Prabowo menyadari bahwa kita sangat rentan terhadap kelaparan,” jelasnya.

Menurut Budisatrio, bagi Prabowo Subianto, masalah ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan impor bahan pangan.

Ia menyoroti risiko besar yang terkait dengan kebijakan tersebut, terutama setelah melihat dampak pandemi dan situasi global.

Baca Juga: Garansi 5 Tahun Tanpa Batas Jarak Tempuh untuk Seluruh Sepeda Motor Honda

“Indonesia harus mencapai swasembada pangan. Bergantung pada impor akan mengancam kedaulatan kita. Bayangkan jika pasokan dari luar terhenti, kita bisa mengalami bencana kelaparan. Kita sangat rentan karena tergantung pada negara lain untuk kebutuhan pangan kita,” tegasnya.

“Bahkan jika impor berjalan lancar, masih ada masalah lain. Produk pangan lokal mungkin tidak bisa bersaing di pasar, mengorbankan kesejahteraan petani kita,” tambah Budisatrio.

Budisatrio menekankan bahwa Presiden Jokowi dan Calon Presiden Prabowo Subianto sudah memahami pentingnya masalah ini.

Program Food Estate telah diinisiasi sebagai solusi jangka panjang untuk ketahanan pangan nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X