Mitra dan Kategori Baru Penghargaan Pers Asia: Club Koresponden Thailand dan Taiwan Gabung dengan Arizona State University dan Human Rights Watch

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 9 Desember 2023 | 07:36 WIB
Ilustrasi Jurnalis (Seseorang pegang camera. / pexels / Terje Sollie)
Ilustrasi Jurnalis (Seseorang pegang camera. / pexels / Terje Sollie)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANGKOK -- The Foreign Correspondents Club (perkumpulan jurnalis asing) di Thailand dan Taiwan bergabung dengan Human Rights Watch serta Walter Cronkite School of Journalism Arizona State University guna menyelenggarakan Human Rights Press Awards untuk peliputan di Asia, demikian diumumkan oleh organisasi-organisasi tersebut hari ini.

Baca Juga: BPD Kalbar Apresiasi Kehadiran Forum Jurnalis Ekonomi Khatulistiwa (Fojekha)

Human Rights Press Awards juga akan memiliki kategori baru untuk memberi penghargaan bagi peliputan terbaik bernama "Newsrooms in Exile" atau "Ruang Redaksi di Pengasingan"
Kemitraan yang diperluas dan kategori baru ini mencerminkan semakin meningkatnya tantangan dan realitas baru dalam peliputan hak asasi manusia di Asia, di mana semakin banyak jurnalis tidak lagi dapat bekerja dengan aman di negara asal mereka.

"Kami membuat kategori 'Newsrooms in Exile' untuk memberi penghargaan kepada banyak jurnalis pemberani yang telah meliput tentang hak asasi manusia di negara mereka dari jarak jauh, karena sudah tidak lagi aman bagi mereka untuk melakukannya di negara mereka sendiri," kata Tirana Hassan, Direktur Eksekutif Human Rights Watch. "Peran mereka dalam mengungkap kebenaran menjadi lebih penting dari yang masa-masa sebelumnya."

Baca Juga: Peringatan HPN, Promedia Helat Seminar Bertajuk Transformasi Jurnalis Menjadi Pengusaha Media di Era Digital

Human Rights Press Awards punya sejarah panjang dan terhormat sebagai penghargaan atas peliputan yang luar biasa tentang isu-isu hak asasi manusia di Asia.

Penghargaan ini sebelumnya diselenggarakan oleh Foreign Correspondents’ Club di Hong Kong.

Tetapi, setelah pemerintah Tiongkok memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang sangat ketat di Hong Kong pada Juni 2020, yang berujung pada penutupan setidaknya sembilan kantor media di sana, penghargaan ini dihentikan sementara.

Baca Juga: Jurnalis Tak Dilarang Punya Pilihan Politik, Begini Tips dari CEO ProMedia Menjaga Netralitas dan Independensi

Human Rights Watch dan Arizona State University mengambil alih tanggung jawab pemberian penghargaan tersebut pada tahun 2022, dan Taiwan Foreign Correspondents' Club (TFCC) dan Foreign Correspondents' Club of Thailand (FCCT) bergabung untuk bersama-sama mengelola penghargaan tersebut untuk tahun 2023.

"Perluasan koalisi mitra kami ini membawa kami lebih jauh lagi dalam upaya menjadikan Human Rights Press Awards sebagai penghargaan tertinggi bagi peliputan hak asasi manusia yang luar biasa di dunia," ujar Battinto L. Batts Jr. dekan Cronkite School.

Baca Juga: Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2022 Digelar di Medan, Berikut Kategori Penghargaan untuk Jurnalis Berkualitas

"Cronkite School dengan bangga memainkan peran kunci dalam upaya penting ini."

Human Rights Press Awards ini bertujuan untuk menumbuhkan penghormatan pada hak-hak dasar masyarakat dan memusatkan perhatian pada berbagai ancaman terhadap kebebasan-kebebasan tersebut.

Panitia penghargaan ini menerima ratusan karya setiap tahun dari seluruh Asia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: hrw.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X