PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH -- Kedatangan lebih dari 1.000 pengungsi Rohingya ke Aceh dalam sepekan terakhir memunculkan perhatian terhadap peran ASEAN dalam mengatasi krisis kemanusiaan ini.
Upaya regional untuk menangani krisis di Myanmar dinilai stagnan, sementara Indonesia dihadapkan pada tugas menanggapi gelombang pengungsi.
Baca Juga: Rano Karno Pimpin Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud di Banten dengan Target Suara Tinggi
Analisis situasi ini memunculkan pertanyaan tentang mekanisme penanganan pengungsi dan keterlibatan regional dalam menyelesaikan akar masalah di Myanmar.
Chris Lewa, pegiat Arakan Project, menyatakan keprihatinannya atas kondisi pengungsi Rohingya.
Dengan situasi keamanan di Cox’s Bazaar yang memburuk, kedatangan pengungsi ke Aceh diperkirakan akan terus meningkat.
Baca Juga: Memahami Perbedaan Antara Kabel USB Murah dan Mahal untuk Penggunaan Optimal
Lewa juga mencatat bahwa upaya ASEAN dalam mengatasi krisis ini dinilai belum berprogres, memberikan sinyal kepada pemerintah Indonesia untuk bersiap menghadapi situasi yang lebih rumit.
Meskipun Indonesia, khususnya Aceh, telah membuka pintu bagi pengungsi Rohingya, mekanisme penanganan yang tidak jelas menciptakan ketidakpastian.
Baca Juga: Ariel Tatum Kehilangan Tahi Lalat, Netizen Kecewa
Beberapa warga Aceh menunjukkan penolakan terhadap kedatangan pengungsi, sementara pemerintah daerah menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.
Peneliti ASEAN dari BRIN, Adriana Elizabeth, menekankan bahwa Indonesia tidak boleh menjadi satu-satunya negara yang menampung pengungsi, dan diperlukan kesepakatan regional.
Ketidakjelasan mekanisme penanganan pengungsi menyebabkan penolakan sebagian warga Aceh.
Artikel Terkait
Kunjungi Tenda Pengungsi Korban Gempa di Cianjur. Jokowi Bilang: Ini Ayamnya Dimakan Ya
Caritas Indonesia Berikan Layanan Medis untuk Pengungsi Korban Gempa Cianjur, Termasuk Buka Posko di Pesantren
Viral Video Korban Bencana Cianjur Tolak Bansos Mie Instan, Pengguna Khawatir Kesehatan Para Pengungsi.
Run4U 2023: Charity Run Usahawan dan Profesional Katolik untuk Membantu Pengungsi di Jakarta
Gereja-gereja Mendesak Uni Eropa Meningkatkan Bantuan kepada Pengungsi dari Nagorno-Karabakh
Indonesia Tolak Ratusan Pengungsi Rohingnya: NGO Nilai Catatan Buruk Penegakkan HAM, Prinsip Hukum Internasional dan Hukum Nasional