Pengungsi Rohingya Terus Berdatangan ke Aceh, Peran ASEAN di Tengah Krisis Kemanusiaan Dipertanyakan

photo author
Tim Pontianak Globe 03, Pontianak Globe
- Kamis, 23 November 2023 | 19:51 WIB
Pengungsi Rohingnya yang mendarat di daerah Bireun lalu Aceh Utara, Aceh, ditolak warga masyarakat pada 16 dan 17 November. (Pontianak Globe/Kontras Aceh)
Pengungsi Rohingnya yang mendarat di daerah Bireun lalu Aceh Utara, Aceh, ditolak warga masyarakat pada 16 dan 17 November. (Pontianak Globe/Kontras Aceh)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH -- Kedatangan lebih dari 1.000 pengungsi Rohingya ke Aceh dalam sepekan terakhir memunculkan perhatian terhadap peran ASEAN dalam mengatasi krisis kemanusiaan ini.

Upaya regional untuk menangani krisis di Myanmar dinilai stagnan, sementara Indonesia dihadapkan pada tugas menanggapi gelombang pengungsi.

Baca Juga: Rano Karno Pimpin Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud di Banten dengan Target Suara Tinggi

Analisis situasi ini memunculkan pertanyaan tentang mekanisme penanganan pengungsi dan keterlibatan regional dalam menyelesaikan akar masalah di Myanmar.

Chris Lewa, pegiat Arakan Project, menyatakan keprihatinannya atas kondisi pengungsi Rohingya.

Dengan situasi keamanan di Cox’s Bazaar yang memburuk, kedatangan pengungsi ke Aceh diperkirakan akan terus meningkat.

Baca Juga: Memahami Perbedaan Antara Kabel USB Murah dan Mahal untuk Penggunaan Optimal

Lewa juga mencatat bahwa upaya ASEAN dalam mengatasi krisis ini dinilai belum berprogres, memberikan sinyal kepada pemerintah Indonesia untuk bersiap menghadapi situasi yang lebih rumit.

Meskipun Indonesia, khususnya Aceh, telah membuka pintu bagi pengungsi Rohingya, mekanisme penanganan yang tidak jelas menciptakan ketidakpastian.

Baca Juga: Ariel Tatum Kehilangan Tahi Lalat, Netizen Kecewa

Beberapa warga Aceh menunjukkan penolakan terhadap kedatangan pengungsi, sementara pemerintah daerah menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.

Peneliti ASEAN dari BRIN, Adriana Elizabeth, menekankan bahwa Indonesia tidak boleh menjadi satu-satunya negara yang menampung pengungsi, dan diperlukan kesepakatan regional.

Baca Juga: Naik Dango ke-39 Tahun 2024 Dipusatkan di Toho Kabupaten Mempawah, Puluhan Ribu Peserta Bisa Hadir Penuhi Acara

Ketidakjelasan mekanisme penanganan pengungsi menyebabkan penolakan sebagian warga Aceh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BBC

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X