healty

Waspada Studi Membuktikan Kurang Tidur Beresiko Alami Hipertensi dan Jantung Korener

Selasa, 17 Januari 2023 | 06:50 WIB
Kurang tidur dapat mengakibatkan pada menurunkan kesehatan sehingga mengakibatkan penyakit seperti jantung koroner, diabetes, hingga hipertensi (ilustrasi pixaba.com)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Aktivitas dan kebiasaan tidur seseorang ternyata berpengaruh terhadap kesehatan.

Bahkan bukan sekadar kesehatan biasa, tidur yang tak teratur bisa berpengaruh vatal bagi kesehatan seseorang.

Oleh sebab itu, mengatur pola tidur wajib dilakukan agar kesehatan mu terjaga.

BACA JUGA: Resmi Dibuka, Porseni NU 2023 Ajang Pertemukan Solidaritas Santri, Pelajar dan Mahasiswa

Memiliki kualitas tidur yang baik tentu akan membuat seseorang bisa melakukan aktivitas dengan baik.

Kurang tidur bisa mengakibatkan gangguan kesehatan kronis.

Sebuah studi terbaru mengungkapkan durasi tidur dinilai berperan cukup penting untuk mencegah penyakit kardiovaskular atau CVD pada masyarakat modern.

BACA JUGA: Asyik, Layanan 3Kiosk Indosat Ooredoo Hutchisoon Ada di Ngabang, Mempawah Hilir dan Kendawangan.

Seperti dilansir dari laman Times of India, studi yang diterbitkan dalam European Heart Journal - Digital Health pada November 2023, menunjukkan adanya hubungan antara waktu mulai tidur dan kejadian penyakit kardiovaskular.

BACA JUGA: Ramalan Zodiak Aquarius Hari Ini, Senin 16 Januari 2023. Tangani Semua Tugas dengan Konstruktif

Temuan ini menegaskan bahwa kurang tidur berhubungan dengan hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes melitus atau gangguan toleransi glukosa.

"Kurang tidur juga meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik, detak jantung dan vasokonstriksi serta retensi garam. Faktor-faktor ini terkait dengan hipertensi yang disebabkan oleh overdrive jantung dan volume yang berlebihan," ungkap penelitaan tersebut.

Studi kali ini mengikutsertakan sebanyak 88.026 individu di Biobank Inggris untuk penelitian ini. Para peserta diteliti antara tahun 2006 dan 2010. Usia rata-rata peserta adalah 61 tahun.

Para peserta menindaklanjuti diagnosis baru penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai serangan jantung, gagal jantung, penyakit jantung iskemik kronis, stroke dan serangan iskemik transien.

Peneliti menemukan bahwa penyakit kardiovaskular adalah yang tertinggi pada mereka yang tidur tengah malam atau setelahnya. Tidur selama waku ini meningkatkan risiko hingga 25 persen.

Halaman:

Tags

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB