Frekuensi serangan panik bermacam-macam, ada yang cukup sering, ada juga yang jarang. Gejala serangan panik bervariasi untuk setiap orang.
Umumnya dalam beberapa menit, serangan menjadi sangat intens dan secara bertahap mulai berkurang hingga menghilang dan menyisakan perasaan lelah.
Beberapa tanda dan gejala dari serangan panik:
- Merasa akan datangnya malapetaka
- Takut kehilangan kendali dan menjadi “gila”
- Seakan-akan menjelang ajal
- Jantung berdebar-debar kuat
- Berkeringat berlebihan
- Gemetaran
- Napas pendek dan tenggorokan tercekik
- Sensasi dingin di sebagian atau seluruh tubuh
- Wajah terasa panas
- Mual hingga kram perut
- Nyeri dada
- Sakit kepala, berputar, melayang hingga seperti akan pingsan
- Kesemutan atau serasa ada yang merayap di bawah kulit
- Merasa seperti terlepas dari realita atau mirip mimpi
Sedemikian mengerikannya serangan tersebut, umumnya akan membuat penderitanya menghindari tempat-tempat di mana mereka pernah mengalami serangan dan selalu perlu ditemani oleh seseorang yang mereka percaya, agar segera mendapat pertolongan bila terjadi serangan panik.
Penyebab panic attack
Penyebab panic attack biasanya dipicu akibat dari stres yang sedang dialami cukup intens.
Berikut beberapa penyebab lainnya yang berperan atas timbulnya gejala:
- Genetik, terdapat pola kecemasan dalam anggota keluarga sekandung
- Temperamen yang cenderung sensitif terhadap stres atau peka terhadap emosi negatif
- Gangguan fungsional dalam sistem saraf pusat, dalam bentuk hiperaktifnya sistem saraf otonom dan terganggunya keseimbangan biokimia dalam saraf otak
Sementara faktor risiko yang dapat menimbulkan panik di antaranya adalah:
- Adanya anggota keluarga sekandung yang menderita panik
- Mengalami suatu kejadian yang menimbulkan trauma atau stres berat
- Adanya suatu perubahan besar dalam perjalanan hidup, seperti perceraian, kelahiran, pekerjaan baru, dan lain-lain
- Merokok dan mengonsumsi kopi secara berlebihan
- Riwayat kekerasan fisik atau seksual
Penanganan depresi
Terapi yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis kesehatan jiwa atau psikiater untuk panic attack diawali dengan mengurangi dan mengendalikan gejala-gejala.
Umumnya dilakukan bersamaan antara pemberian obat dan terapi kognitif-perilaku (cognitive behavioral therapy).
Terapi kognitif-perilaku dapat dilakukan dengan mengubah cara berpikir dan kebiasaan menjalani hidup agar mendapat keseimbangan dan kesehatan yang lebih baik.
Terapi ini juga akan menjelaskan bagaimana mencegah dan menangani serangan panik yang cukup efektif.
Pengobatan yang biasa diberikan oleh psikiater adalah golongan serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), yang termasuk dalam kelas “antidepresi”.
Jangan merasa heran apabila dokter meresepkan “antidepresi”, sementara Anda dikatakan menderita gangguan panik.