PONTIANAKGLOBE.COM - Vaksin Covid-19 AstraZeneca dikabarkan memiliki risiko tinggi memicu pembekuan darah yang langka.
Risiko terjadinya pembekuan darah yang disebabkan vaksin AstraZeneca diperkirakan 30 persen lebih tinggi daripada vaksin Pfizer.
Hal tersebut ditemukan dalam studi internasional berskala besar yang dipublikasikan pada Kamis 27 Oktober 2022.
Sejumlah negara telah menemukan hubungan antara beberapa jenis vaksin seperti AstraZeneca dan Johnson & Johnson dengan sintrom trombositopenia (TTS).
Trombositopenia sendiri merupakan kondisi saat jumlah trombosit rendah atau di bawah normal.
Baca Juga: Biasakan Lakukan Hal-hal Ini Jika Ingin Tidur yang Berkualitas di Malam Hari
Kondisi ini bisa memicu gumpalan darah yang berpotensi mengancam jiwa.
Peneliti menganalisis data lebih dari 10 juta orang dewasa di Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat.
Ditemukan total 862 kasus trombositopenia yang tercatat dalam 28 hari setelah suntikan dosis AstraZeneca.
Angka tersebut lebih tinggi dibangdingkan 520 kasus trombositopenia akibat Pfizer.
Meskipun demikian, peneliti mengingatkan bahwa studi tersebut bersifat observasional.
Artinya, studi tak dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat antara risiko trombositopenia dengan vaksin tertentu.***