healty

Atasi Penyakit Difteri Dengan Imunasi Cegah Penyebarluasan Virus, Siapa Saja Penerimanya?

Selasa, 28 Februari 2023 | 08:53 WIB
Petugas medis sedang memberikan vaksin imunisasi anti difteri kepada seorang anak (Sumber foto: Tangkapan layar Youtube Kemenkes)

PONTIANAKGLOBE -- Sobat Globe, penyakit difteri sesungguhnya dapat dicegah agar tidak menyebar ke individu manusia yang lain. Kementerian Kesehatan hingga tingkat Dinas Kesehatan di daerah-daerah mempunyai vaksin dalam penanganan penyakit tersebut.

Salah satu pencegahannya dengan memberikan imunisasi difteri kepada masyarakat terutama kepada balita, anak-anak dan perempuan dewasa yang rentan terpapar difteri. Perlindungan harus dilakukan secara optimal terhadap penyakit difteri pada masyarakat secara rutin, berjenjang waktu dan daerah kecamatan, dan kabupaten/kota.

Dilansir dari Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Difteri oleh Kementerian Kesehatan dengan imunisasi lengkap sesuai usia. Ada tiga macam vaksin imunisasi rutin dan lanjutan untuk mencegah penyakit difteri sebagai berikut:

1. DPT-HB-Hib atau vaksin kombinasi mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B dan meningitis serta pneumonia disebabkan haemophylus infuenzae tipe B
2. DT (vaksin kombinasi difteri tetanus)
3. Td (vaksin kombinasi tetanus difteri)

Imunisasi difteri tersebut dengan jadwal meliputi:

1. Imunisasi dasar untuk bayi usia 2, 3 dan 4 bulan diberikan vaksin DPT-HB-Hib dengan interval 1 bulan.
2. Imunisasi lanjutan dengan sasaran, anak usia 18 bulan vaksin DPT-HB-Hib 1 kali. Anak sekolah dasar kelas 1 diberikan vaksin DT pada bulan imunisasi anak sekolah (Bias). Anak sekolah dasar kelas 2 dan 5 diebrikan vaksin Td pada Bias dan wanita usia subur termasuk wanita hamil diberikan vaksin Td.

Tags

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB