Penelitian dari Anna Technology University di India menunjukkan bahwa daun kelor berfungsi sebagai pelindung hati, dengan kandungan antioksidan yang tinggi yang baik untuk masalah pencernaan.
Untuk mendapatkan manfaat terbaik, disarankan untuk mengonsumsi rebusan daun kelor dalam keadaan hangat.
Kelor kaya akan nutrisi dan senyawa yang dibutuhkan tubuh, termasuk antioksidan, vitamin, asam amino esensial, dan senyawa anti-inflamasi.
Namun, cara budidaya dan pengolahan yang tepat diperlukan agar nutrisinya tetap terjaga.
WHO merekomendasikan daun kelor untuk bayi dan anak-anak, karena mengandung vitamin C, kalsium, vitamin A, protein, dan potasium dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumber makanan lain.
Kelor telah digunakan sebagai obat tradisional untuk lebih dari 300 jenis penyakit, terutama dalam pengobatan ayurveda di India.
Meski bermanfaat, kelor juga dapat memiliki efek samping seperti menurunkan tekanan darah, memperlambat detak jantung, menyebabkan hipoglikemia, diare, kerusakan hati dan ginjal, serta reaksi alergi.
Meskipun efek samping jarang terjadi, sebaiknya menghindari konsumsi bagian tanaman selain daun. ***