PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Prasetyadi Mawardi, anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, menjelaskan bahwa kulit menjadi jalur utama penularan virus Mpox atau cacar monyet.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya untuk tidak melakukan manipulasi pada lesi kulit yang muncul akibat infeksi ini, seperti memencet atau menggaruknya, agar tidak memperburuk keadaan.
Baca Juga: Mengupas Mpox atau Cacar Monyet Varian, Gejala, dan Langkah Pencegahan di Indonesia
Lesi yang muncul, baik basah maupun kering, sama-sama berpotensi menyebarkan virus.
Gejala awal Mpox mirip dengan cacar, tetapi biasanya lebih ringan.
Penderita akan mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Beberapa hari kemudian, ruam kulit akan muncul dan berkembang menjadi lesi yang akhirnya mengelupas.
Prasetyadi menegaskan, penderita tidak boleh berbagi barang pribadi seperti handuk dan pakaian, serta harus segera diobati jika terdapat bintil atau luka erosif.
Baca Juga: Haornas 2024 Menggugah Semangat Olahraga Nasional Menuju Prestasi Dunia
Terkait pencegahan, pemerintah Indonesia telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengendalikan penyebaran Mpox, seperti menyediakan rumah sakit khusus dan laboratorium pemeriksaan jika kasus terus meningkat.
Vaksinasi juga disarankan untuk komunitas berisiko, meskipun vaksin tidak selalu sepenuhnya menghentikan penularan.
Pencegahan lainnya adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta praktik seksual yang aman. ***