Penguraian pada Titik Permasalahan, Pijat Cerebral Palsy Spastik

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Senin, 5 Agustus 2024 | 11:55 WIB
Gambar. Penguraian pada titik permasalahan (sumber pribadi) (Jayadi - Dosen PJKR San Agustin )
Gambar. Penguraian pada titik permasalahan (sumber pribadi) (Jayadi - Dosen PJKR San Agustin )

PONTIANAKGLOBE.COM, Media Center San Agustin| Senin, 05 Agustus 2024-  Aktivitas bermain anak memang sangat menyenangkan untuk selalu dikenang.

Wajah yang ceria dengan senyum yang menawan menggambarkan kebahagiaan.

Tawa, canda, duduk, dan berlari bersama seakan mengajak tak ingin mengakhiri semuanya.

Terkadang ada sebagian anak yang merasa kurang beruntung dalam hal ini.

Seharusnya mereka sudah bisa melakukan banyak aktivitas gerak, terutama menggunakan kakinya.

Namun, hal tersebut tidak dapat dilakukan karena masalah yang diderita seperti posisi tulang kaki yang tidak normal, gangguan saraf motorik kasar (cerebral palsy spastik).

Beberapa kelainan dapat terlihat jelas seperti kelainan pada posisi tulang kaki saat dibantu berdiri.

Pada posisi anatomi berdiri tegak tulang betis, tulang paha tidak sejajar lurus sedikit melengkung, dapat dipastikan pergerakan terganggu karena tulang kaki tidak mampu menopang tubuh dengan sempurna.

Penanganannya dapat dibantu oleh medis seperti Dokter Spesialis Ortopedi, dokter spesialis tulang dalam pemasangan pen untuk mengoreksi posisi yang tidak sempurna.

Sedangkan pada gangguan saraf motorik kasar (cerebral palsy spastik) merupakan akibat dari ketegangan otot yang berlebihan, tidak dapat dilihat dengan jelas dan hanya dapat dibuktikan dengan pemberian perlakuan pemijatan pada titik-titik tertentu.

Sebelumnya dari pengalaman pasien pertama sudah dijelaskan diatas dengan adanya gangguan posisi tulang tungkai.

Penanganan melalui pemijatan tidak dapat dilakukan secara maksimal, karena pemijatan hanya dapat mempengaruhi musculus atau gangguan otot bukan pada tulang, namun ketegangan kekakuan otot dapat mengubah gangguan pada pergerakan tulang. Pemijatan hanya memberikan kemampuan saraf untuk bekerja secara normal pada teknik yang dilakukan.

Penelusuran penggunaan pijat

Selanjutnya pengalaman pasien kedua yang menderita gangguan saraf motorik kasar sudah dibuktikan dari analisa medis pada pernyataan cukup menggunakan terapi dalam penanganannya, kata orang tua pasien.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X