PONTIANAKGLOBE -- PT Bukit Asam Tbk (PTBA), perusahaan batubara melatih warga di 14 desa di Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran serta bencana alam.
Adapun desa yang mengikuti pelatihan meliputi Desa Embawang, Desa Lesung Batu, Desa Matas, Desa Muara Emil, Desa Paduraksa, Desa Pagar Dewa, Desa Pandan Enim, Desa Penyandingan, Desa Pulau Panggung, Desa Seleman, Desa Tanjung Agung, Desa Tanjung Bulan, Desa Tanjung Karangan, dan Desa Lalang.
Pelatihan yang berlangsung selama 2 hari di Balai Kecampatan Tanjung Agung dan di Balai Desa Pulau Panggungdiikuti sebanyak 7 orang masyarakat umum, 3 orang karang taruna, dan 2 orang dari Babinsa/Babinkamtibmas dengan total peserta 178 orang.
AVP Keselamatan Pertambangan K3L PTBA Firdaus B Fadli mengatakan selain penanggulangan, pelatihan ini diharapkan bisa mencegah bahaya kebakaran dari putung rokok yang dibuang sembarangan hingga alat elektronik yang terus menyala.
"Kebakaran itu sedapat mungkin bisa diminimalisir kerugiannya sehingga perlu penanganan yang terampil dari petugas-petugas yang ada di masing-masing desa. Para peserta pelatihan diminta menularkan hasil pelatihan ke rekan-rekannya di desa masing-masing," kata Firdaus dari siaran pers dikutip Pontianak Globe, Jumat (16 Desember 2022).
Sementara itu, Camat Tanjung Agung, Sahlan mengatakan pelatihan pencegahan dan pengendalian kebakaran penting supaya masyarakat peduli api ini siaga saat potensi kebakaran akan terjadi dan tidak meluas membakar rumah penduduk.
"Kita pernah mengalami atau pernah mendengar kebakaran dari hutan atau rumah penduduk dan kebakaran tersebut bisa meluas karena faktor pengetahuan dalam mengulanggi kebakaran itu kita sedikit," kata Sahlan.
Rehabilitasi Hutan
Sebelumnya dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan, PT Bukit Asam bersama masyarakat juga merehabilitasi DAS dengan menanam pohon hinggamencapai 3,85 juta batang pohon dengan rincian sebanyak 2,54 juta sudah tertatam di lahan atua hutan.
Sementara itu, sebanyak 1,31 juta batang di lokasi persemaian, menunggu tanaman mencapai ketinggian minimal sebelum dipindahkan ke lahan/hutan lokasi penanaman.
Berbagai tanaman digunakan PTBA dalam program Rehabilitasi DAS, di antaranya adalah Mahoni, Merbau, Kayu Afrika, Alpukat, Kemiri, Durian, Mangga, Manggis, Duku, Pulai, Jambu Mente, Petai, Nangka, Kayu Manis, Meranti, Angsana, Bakau, dan sebagainya.
Corporate Secretary PTBA, Apollonius Andwie mengatakan tujuan Rehabilitasi DAS adalah untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi daerah aliran sungai sehingga daya dukung, produktivitas dan perananannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga.
"Dengan demikian, banjir dapat dicegah, erosi dan intrusi air laut terkendali, kesuburan tanah terjaga, tata air teratur," kata Apollonius.
Artikel Terkait
Dampak Gunung Api Semeru Muntah, 1.979 Jiwa Mengungsi. Ini Lokasi Warga Tinggal Sementara Waktu