PONTIANAK -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan kembali menyelenggarakan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) sekarang masuk angkatan ke-3 untuk mengikuti proses pembelajaran di kampus-kampus perguruan tinggi Indonesia.
Program angkatan ke-3 dengan target diikuti 15.000 mahasiswa ini adalah program pertukaran mahasiswa dalam negeri selama satu semester dari satu klaster pulau ke klaster pulau lainnya.
Mereka nanti memberikan pengalaman kebinekaan melalui keikutsertaan dalam Modul Nusantara, mata kuliah, dan berbagai aktivitas terkait yang bisa memperoleh pengakuan SKS hingga 20 SKS.
Pada 2022 lalu telah berlangsung PMM angkatan ke-2 yang memfasilitasi 12.323 mahasiswa peserta mencakup 35.107 mahasiswa pendaftar dari 34 provinsi), sebanyak 138 perguruan tinggi penerima dari 29 Provinsi (dari 194 perguruan tinggi penerima) dari 30 provinsi yang menyediakan 23.761 tempat), termasuk sebanyak 479 perguruan tinggi mengirim mahasiswa, dan dosen Modul Nusantara sebanyak 613 orang (dari 1.405 calon).
Dalam PMM nanti ada enam elemen kunci, yakni:
1. Pertukaran mahasiswa dilakukan dari satu pulau ke pulau lainnya
2. Pengakuan kredit hingga 20 SKS
3. Pertukaran dilakukan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri ke perguruan tinggi swasta dan sebaliknya
4. Dapat diikuti oleh mahasiswa semester 3, 5, dan 7
5. Eksplorasi persatuan dalam keragaman melalui Modul Nusantara
6. Mekanisme pertukaran mahasiswa sesama perguruan tinggi akademik dan sesama perguruan tinggi vokasi
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam mengatakan PMM 3 membuka kesempatan bagi mahasiswa perguruan tinggi akademik dan vokasi untuk mengikuti proses pembelajaran di kampus-kampus perguruan tinggi Indonesia sebagai bagian dari upaya penguatan dan perluasan kompetensi, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, serta memiliki pemahaman tentang kebinekaan dan toleransi.
"Mahasiswa akan memiliki pemahaman yang luas tentang keragaman budaya, adat istiadat, suku bangsa, bahasa, dan berbagai potensi kekayaan sumber daya serta potensi lainnya yang dimiliki oleh bangsa dan negara," kata Nizam dari siaran pers dikutip Pontianak Globe, Jumat (9 Desember 2022).
Dia menjelaskan mahasiswa tidak dibatasi harus linear karena justru Kampus Merdeka ini memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk melengkapi kompetensinya.Nizam melanjutnya tidak ada yang namanya tidak nyambung, tidak bermanfaat.
"Saya yakin semuanya akan bermanfaat. Kalau menu pilihan mata kuliah yang bisa diambil oleh mahasiswa itu semakin banyak, maka tentu kecocokan antara apa yang diharapkan oleh mahasiswa peserta PMM dan karier masa depannya akan lebih baik lagi," kata Nizam.
Artikel Terkait
IKIP PGRI Pontianak Bersama BAWASLU Kalbar Berikan Pelatihan dan Pemahaman Mekanisme Pemilu Pada Mahasiswa
Mahasiswa PEM Akamigas Gondol Emas, Bikin Karya Apa?