edukasi

SMA St Paulus Pontianak Mitra Sekolah di Jepang. Japan Art Mile Kolaborasi Pembangunan Dunia Berkelanjutan

Selasa, 28 Maret 2023 | 17:54 WIB
Pelajar SMA Santo Paulus Pontianak dan Sapporo Shinyo High School sepakat mengambil tema ekosistem/kehidupan di daratan pada program Japan Art Mile yang merupakan suatu proyek di bidang pendidikan, sosial dan kebudayaan yang mengimplementasikan Artmile International Collaborative Learning (AICL). (Pontianak Globe/Lenny MA TESOL)

Dari durasi ini, terlihat bahwa proyek yang dilakukan memerlukan waktu yang cukup lama karena proyek ini merupakan proses pembelajaran interaktif sekolah sekolah antar negara sehingga diharapkan pada akhir masa pembelajaran, tercipta suatu karya yang konkrit berupa mural yang bermakna dari kolaborasi antar sekolah beda negara.

Adapun tema pembelajaran yang didiskusikan oleh para peserta AICl berupa 17 tujuan Pembangunan Berkelanjutan (17 Sustainable Development Goals) yang berisi tentang penghapusan kemiskinan, pengentasan kelaparan, perbaikan kesehatan, pendidikan bermutu, kesetaraan gender, akses air bersih dan sanitasi, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, industri dan inovasi, pengurangan ketimpangan, kota dan komunitas yang berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab, penanganan perubahan iklim, ekosistem laut, ekosistem darat, perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang kuat, dan yang terakhir adalah kemitraan untuk mencapai tujuan.

Terkait 17 tujuan ini, para pelajar SMA Santo Paulus Pontianak dan Sapporo Shinyo High School sepakat mengambil tema ekosistem/kehidupan di daratan.

Para pelajar dari kedua sekolah ini menyamakan pemahaman topik, melakukan studi atau analisis terhadap masalah yang ada di lingkungan hidup daratan, dan mendiskusikan solusi mencapai tujuan tersebut.

Alur pembelajaran kolaboratif ini dilakukan dalam 5 tahapan, yaitu fase perkenalan masing masing sekolah partner, fase berbagi dan berdiskusi untuk mencapai kesepakatan mengenai tema yang akan dipelajari lebih lanjut, fase pemrosesan ide yang akan menghaslkan pesan pesan yang akan disampaikan ke dunia, fase pembuatan mural sesuai dengan tema dan pesan yang ingin disampaikan ke dunia, dan fase refleksi dan apresiasi terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan bersama sama.

Mural yang dibuat adalah mural dari bahan vynil berukuran 1,5 m kali 3,6 m yang mana mural tersebut akan dibuat setengah oleh sekolah di Jepang yaitu Sapporo Shinyo High School yang kemudian dikirimkan ke sekolah partner, yaitu SMA Santo Paulus Pontianak untuk menyelesaikan atau melengkapi mural tersebut.

Diharapkan melalui pembelajaran kolaboratif ini tercipta efek efek positif yang berkelanjutan yaitu pemahaman lintas budaya antar negara, pemikiran yang kritis, pembelajaran yang aktif, kolaborasi global, dan ekspresi yang mengandung kreatifitas.

Melalui proyek bersama ini diharapkan para pelajar mampu menghasilkan pemikiran pemikiran brilian yang akan memberikan kontribusi yang signifikan untuk pengembangan negaranya masing masing dan dunia. (Lenny, M.A. TESOL)

* Penulis adalah Guru Bahasa Inggris SMA Santo Paulus Pontianak

 

 

 

 

Halaman:

Tags

Terkini