edukasi

Unika San Agustin Perkuat Sinergi dengan Pemprov Kalbar untuk Pengembangan Pendidikan dan Pemberdayaan Lokal

Rabu, 16 Juli 2025 | 13:50 WIB
Sekretaris Jenderal Unika San Agustin, RD. Rupinus Kehi, dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si., bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Harisson, M.Kes, (San Agustin )

PONTIANAKGLOBE.COM | Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Unika San Agustin) terus menjalin kerja sama erat dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat demi mendorong kemajuan pendidikan tinggi serta meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal.

Komitmen tergambar dalam pertemuan antara Sekretaris Jenderal Unika San Agustin, RD. Rupinus Kehi, dan Wakil Rektor Bidang Umum, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si., dengan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Harisson, M.Kes, pada Selasa, 1 Juli 2025, di ruang kerja Sekda Kalbar.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, salah satunya adalah permohonan dukungan pemerintah untuk pengembangan tiga program studi baru di lingkungan kampus, yakni S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, dan S1 Agribisnis.

Terkait kebutuhan tenaga pengajar profesional untuk program studi Keperawatan, pihak universitas menginformasikan bahwa mereka telah menyiapkan satu dosen untuk pendidikan spesialis profesi. Namun, masih diperlukan dua perawat spesialis tambahan agar program dapat berjalan optimal.

Menanggapi hal itu, Sekda Kalbar merespons secara cepat dan langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, serta pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kalimantan Barat. 

Beliau bahkan menyampaikan beberapa nama perawat spesialis yang saat ini sedang menempuh pendidikan lanjutan di Rumah Sakit Jiwa Singkawang untuk dipertimbangkan sebagai calon pengajar.

Sementara itu, untuk program studi Kebidanan, pihak universitas memastikan bahwa tenaga pengajar dengan keahlian spesifik telah tersedia.

Dalam bidang Agribisnis, diskusi mengerucut pada pentingnya menggali dan mengembangkan potensi lokal yang melimpah di Kalimantan Barat.

Beberapa contoh yang dibahas meliputi budidaya melon unggulan di daerah Rasau, varietas durian lokal berkualitas dari Entikong, serta potensi madu dan jambu kristal sebagai produk bernilai ekonomi tinggi jika diolah dengan baik.

Sebagai ilustrasi pemanfaatan sumber daya lokal dalam konteks pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, RD. Rupinus Kehi membagikan pengalaman dari Keuskupan yang berhasil mengolah gas dari kotoran babi sebagai sumber energi alternatif untuk asrama di wilayah persekolahan Nyarumkop.

Inisiatif tersebut menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang inovatif dan ramah lingkungan.

Pertemuan tersebut ditutup dengan harapan agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat memberikan dukungan konkret bagi Unika San Agustin dalam mewujudkan program-program strategis tersebut.

Sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah diyakini akan berdampak besar terhadap kemajuan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalbar secara menyeluruh. (RD. Kehi - Sekjen Unika San Agustin). 

Tags

Terkini