Mereka diajak untuk berkolaborasi menggunakan Google Workspace dalam menyusun dokumen bersama dan berdiskusi mengenai tantangan-tantangan yang mungkin mereka hadapi dalam implementasi teknologi ini di sekolah masing-masing.
Harapan Guru Daerah Pinggiran
Meskipun sebagian besar peserta berasal dari daerah pinggiran kota di daerah Kabupaten Landak, semangat peserta untuk menguasai literasi digital sangat tinggi. Ketua MGMP Zona Jelimpo, Dede Melda, mengapresiasi program tersebut.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peserta dalam mentransformasi metode pembelajaran,” ujar Dede Melda.
Dia menambahkan dengan menggunakan game-based learning, siswa menjadi lebih aktif dan tidak mudah bosan.
Respon positif juga datang dari pesetra lain yaitu Damai Yanti. Peserta berharap pelatihan ini bisa terus diadakan dengan materi seperti gamifikasi dan cloud computing. Teknologi digital sangat membantu peserta dalam menyampaikan materi di kelas, meskipun berasal dari daerah pinggiran.
Peluang dan Pembelajaran Inovatif
Pemanfaatan teknologi seperti cloud computing dan game-based learning semakin membuka peluang baru bagi para guru di Kabupaten Landak untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif.
Hal ini diakui oleh salah satu pemateri, Rudi Hartono, yang melihat antusiasme dan fokus para peserta selama pelatihan berlangsung.
Salah satu indikator guru yang melek teknologi adalah kesungguhannya dalam mengintegrasikan pembelajaran dengan kemajuan teknologi.
Dalam pelatihan itu, peserta diminta untuk menyelesaikan tugas kelompok menggunakan Google Docs dan Game-based learning, dan mereka berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Ini adalah bukti bahwa guru-guru di sana siap untuk beradaptasi dengan teknologi baru.
Masa Depan Pendidikan yang Lebih Baik
Keberhasilan program tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ketua tim PKM, Kunto Nurcahyoko, menyampaikan terima kasih kepada DRTPM Kemendikbudristek yang telah mendanai program ini, serta kepada Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, dan MGMP Zona Jelimpo.
“Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif, tidak hanya bagi guru-guru peserta, tetapi juga bagi siswa yang akan merasakan manfaat dari pembelajaran berbasis teknologi,” kata Kunto dalam laporannya.