edukasi

Santitas Choir FKES San Agustin dengan Caranya Gaungkan San Agustin

Jumat, 23 Agustus 2024 | 08:29 WIB
Sanitas Choir pelayanan di Gereja Katolik Keluarga Kudus Kota Baru Pontianak (2024)

PONTIANAKGLOBE.COM, Media Center San Agustin|Pontianak, Jumat 23 Agustus 2024 - San Agustin, melahirkan salah satu melodi baru yang mulai berkumandang — melodi kampus itu dikenalkan sebagai kelompok UKM ‘Sanitas Choir’ dari FKES.

“Saya benar-benar dididik juga merasa berubah lebih baik dari segi karakter dan mental,” kata  Wahyu Septa Christianto sebagai ketua dari UKM Sanitas Choir dalam wawancara kamis 22 Agustus 2024 di Media Center San Agustin. 

Berjalan beriringan dengan teman sejawat, mereka tetap semangat dan memiliki dedikasi membara, untuk berjuang agar UKM paduan suara yang telah mengukir namanya di panggung akademik dan spiritual dalam waktu singkat tidak hilang memudar.

Setidaknya itulah pengakuan dari Wahyu bersama dua rekannya Elvia Esti Normayanti sebagai wakil, juga Arisa Bibiana sebagai bendahara.

Dalam wawancara siang,  Arisa mengisahkan meskipun baru berusia beberapa bulan, Sanitas Choir telah membuktikan bahwa mereka adalah lebih dari sekadar kelompok paduan suara; mereka adalah komunitas yang harmonis, berkomitmen untuk menyebarluaskan pesan kebersamaan dan pelayanan.

“Di tengah kesibukan dan kepadatan FKES San Agustin ini, justru dengan mengikuti kegiatan ini saya merasa dikuatkan bahkan kalaupun ada masalah, karena bertemu dengan rekan tim kami bisa mengalihkannya dengan lebih positif. Itulah alasan saya mengatakan bahwa justru dalam kepadatan ada  kelegaan,” urai Arisa, (22/08). 

Perjalanan Sanitas Choir

Sanitas Choir memulai perjalanan resminya pada 2 November 2023, mengisi celah yang ada dalam kehidupan kampus dengan nada-nada penuh semangat.

Wahyu bersama Arisa dan Esti, mengatakan bahwa nama "Sanitas", yang diambil dari kata Latin untuk kesehatan, tidak hanya mencerminkan latar belakang kesehatan dari anggotanya tetapi juga mencerminkan tujuan mereka untuk menjaga kesehatan melalui seni vokal.

Melodi mereka adalah simbol harmoni antara tubuh dan jiwa, sesuai dengan ajaran St. Yohanes Paulus II tentang Theology Of The Body.

Di belakang layar kesuksesan Sanitas Choir, terdapat tim kepengurusan yang memimpin dengan semangat dan visi yang tajam.

Wahyu Septa Christianto, ketua berusia 20 tahun dari Sekadau, mengemban tanggung jawab pada UKM Sanitas Choir untuk pertama kalinya. Dia dalam perannya, tidak hanya memimpin tim untuk menggerakkan latihan tetapi juga berupaya agar anggotanya dengan komitmen kuat terhadap menikmati proses dalam UKM tersebut.

Sedangkan Elvia Esti Normayanti, wakil ketua berusia 21 tahun dari Bengkayang, dan Arisa Bibiana, bendahara berusia 19 tahun dari Sekadau, turut serta menyumbangkan kesediaan waktu dan pikirannya dalam mengelola kegiatan dan memastikan bahwa setiap sesi latihan berjalan lancar.

Pengakuan menarik dari Esti bahwa menurutnya kepadatan waktu kuliah dan praktik menuntutnya untuk berlatih dan mengembangkan manajemen waktu saat membagi konsistensi latihan yang beriringan dengan perjuangan akademik.

Halaman:

Tags

Terkini