edukasi

Mahasiswa Agribisnis San Agustin Landak Menjelang IKN

Kamis, 22 Agustus 2024 | 08:58 WIB
Pianus Tutuk - Agribisnis San Agustin (2024)

PONTIANAKGLOBE.COM, Media Center San Agustin | Kamis, 22 Agustus 2024 - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memunculkan berbagai pertanyaan dan potensi perubahan yang cukup signifikan.

Perubahan yang mungkin terjadi mulai dari struktur sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang ada di Indonesia. Masyarakat yang melihat hal ini menyambut dengan sikap tegas serta penuh perhatian terhadap pembangunan IKN.

Perubahan serta tantangan besar-besaran yang akan terjadi bagi lulusan program studi Agribisnis Sanagustin nantinya, pertama-tama dapat dilihat dari dua sisi.

Sisi pertama adalah dampak negatif yang merujuk pada kerusakan lingkungan, peningkatan biaya hidup, perubahan budaya, dislokasi sosial, tingkat persaingan dari berbagai bidang.

Termasuk pendidikan, pekerjaan,  bisnis,  kesenjangan ekonomi dan aksesibilitas pendidikan, serta keterbatasan sumber daya.

Tantangan yang cukup kompleks ini adalah contoh kemungkinan dampak negatif yang mesti diantisipasi oleh mahassiswa mulai dari sekarang.

Kedua, dampak positif di mana akan hadir peluang pemerataan pembangunan dan kesempatan bagi wilayah tengah ke timur Indonesia untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Tantangan pemindahan IKN bagaimana pun juga turut membawa peluang bagi mahasiswa termasuk terbukanya peluang kerja yang lebih luas hingga pengembangan infrastruktur di wilayah sekitar IKN dan Kalimantan Barat pada umumnya.

Peran Gerakan Mahasiswa Agribisnis

Gerakan yang dapat dilakukan oleh orang muda khususnya mahasiswa Agribisnis yang berkecimpung dalam dunia organisasi kemahasiswaan atau organisasi kemasyarakataan adalah mengawal jalannya kebijakan publik termasuk pemindahan IKN.

Karena ini akan menjadi peluang kedepannya terhadap keberlanjutan para tamatan Agribisnis agar lebih mengoptimalkan tentang kemajuan Pertanian yang lebih moderen.  

Terlebih gerakan mahasiswa yang ada di Kalimantan Barat. Peran ini termasuk dengan melakukan kaderisasi dan pendidikan non formal untuk menumbuhkan daya kritis sumber daya manusia Indonesia dari kalangan mahasiswa.

Gerakan mahasiswa berperan untuk menyelaraskan peran pendidikan formal dan non formal serta pengalaman yang bisa di peroleh selama menjadi mahasiswa.

Dengan kata lain, gerakan mahasiswa adalah gerakan kritis yang perlu menyiapkan peran anggotanya untuk menghadapi perubahan termasuk dengan hadirnya IKN di Kalimantan.

Sebuah keberuntungan dan juga Peluang besar bagi mahasiswa Agribisnis nantinya.

Halaman:

Tags

Terkini