Rangkaian Kegiatan yang Memperkaya
Live-in di San Agustin tidak hanya menghadirkan sesi-sesi pelatihan kepemimpinan dan pengembangan kepribadian, tetapi juga mengenalkan peserta pada kekayaan budaya Dayak dan momen spiritual seperti doa Rosario dan perarakan patung Bunda Maria di kampus.
"Kami berharap pengalaman ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru tetapi juga membangun karakter dan sikap positif dalam setiap peserta," ungkap Sr Charito OP (02/07/24).
Menjalin Hubungan Jangka Panjang
Kampus San Agustin jadi saksi, doa rosario dan perarakan, Bunda Maria dihadirkan dalam langkah, semangat persaudaraan mengalir dan tumbuh bersama pada tiap hembusan napas pagi sebelum mereka memulai kegiatan dari hari ke hari.
Dengan adanya live-in ini, Suster Charito OP harapkan hubungan antara YMDP, San Agustin, dan komunitas muda Kalimantan semakin erat dan berkelanjutan.
Sebelumnya hari kegiatan Romo Andreas Kurniwan OP sempat bercerita bahwa kegiatan ini akan dilangsungkan dengan harapan kolaborasi dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi tonggak baru dalam mendukung pendidikan dan pengembangan masyarakat di Kalimantan, serta menjadikan San Agustin pusat pendidikan yang inklusif dan berdaya saing di pulau tersebut.
Acara ditutup dengan makan malam perpisahan dan talkshow yang saling mengisi dan berbagi, menandai akhir dari rangkaian kegiatan yang penuh makna itu.
Acara yang berlangsung kurang lebih 6 hari itu sebagaimana yang diharapkan oleh Yayasan Martinus de Porrs bisa memberikan semangat kolaborasi untuk berbuat lebih baik bagi masyarakat Kalimantan tetap menggelora di hati setiap peserta.