edukasi

Kolaborasi untuk Pendidikan: Penyerahan RAK sebagai Langkah Berkelanjutan

Jumat, 28 Juni 2024 | 16:39 WIB
Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Landak | 2024 (Media Center San Agustin )

PONTIANAKGLOBE.COM, LANDAK -- Program Kampus Mengajar merupakan salah satu inisiatif yang memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat nyata, dengan tujuan memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi pendidikan di Indonesia.

Pada 21 Juni 2024, Dinas Pendidikan Kabupaten Landak menggelar acara penutupan untuk program Kampus Mengajar angkatan ke-7 yang melibatkan seluruh mahasiswa Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo yang ditugaskan di berbagai sekolah di Kabupaten Landak.

Baca Juga: Antusiasme Membelenggu Persekolahan Katolik: Pandangan dari Uskup Agustinus

Acara ini bertempat di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh 54 mahasiswa dan 4 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang terlibat dalam program ini.

Dengan berakhirnya program angkatan ke-7 ini, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dan seluruh pihak terlibat berharap bahwa semangat untuk memberikan dampak positif bagi pendidikan akan terus diperjuangkan dalam setiap kegiatan Kampus Mengajar yang akan datang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan literasi dan numerasi di sekolah-sekolah dasar Kabupaten Landak, sebagai respons terhadap tantangan dalam dunia pendidikan terutama selama pandemi COVID-19.

Baca Juga: Daun Sirih Jadi Icon Pemenang Juara 2 Lomba Video Kreatif Dies Natalis ke-22 Case Medistra Indonesia

Menurut Sekretaris Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Jayadi SPd MOr.

"Dengan adanya program Kampus Mengajar ini, kami berharap upaya-upaya peningkatan mutu pendidikan dapat terus berlanjut,” kata Jayadi.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk dari kampus, menunjukkan komitmen dalam mendukung pendidikan di tingkat dasar melalui literasi dan numerasi.

Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam program ini, Santania Klara (20), menjelaskan bahwa kegiatan hari itu meliputi penyerahan Rencana Aksi Kolaborasi (RAK) serta laporan akhir dari mahasiswa kepada Dinas Pendidikan.

Baca Juga: Nggak Usah Bingung Cari Makan di Bandara Soekarno Hatta! 11 Destinasi Kuliner Wajib Coba Ini Menunggu Anda

"Kami merasa bahwa kegiatan ini tidak hanya menandai berakhirnya tugas kami di sekolah-sekolah, tetapi juga meninggalkan kesan yang mendalam tentang semangat pengabdian dan harapan untuk masa depan pendidikan yang lebih baik," ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini