PONTIANAKGLOBE.COM -- Tantrum adalah ledakan emosi yang tidak terkendali, biasanya disertai dengan perilaku yang mengganggu dan sulit diatur.
Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak usia prasekolah, umumnya antara 1 hingga 4 tahun.
Baca Juga: Honda Memperkenalkan New XL750 TRANSALP, Sahabat Baru untuk Para Penjelajah Jalanan, Simak Fitur Lengkapnya
Ciri-ciri Tantrum:
- Ledakan emosi: Anak menangis, berteriak, menjerit, dan marah-marah dengan intensitas tinggi.
- Perilaku yang tidak menyenangkan: Anak mungkin berguling-guling di lantai, memukul-mukul benda atau orang lain, melempar barang, atau menahan napas.
- Ketidakmampuan mengendalikan diri: Anak tidak mampu mengontrol emosinya dan sulit ditenangkan.
- Durasi yang singkat: Tantrum biasanya berlangsung singkat, sekitar beberapa menit hingga 15 menit.
- Frekuensi yang bervariasi: Beberapa anak lebih rentan tantrum dibanding lainnya, frekuensinya bisa beberapa kali sehari hingga jarang terjadi.
- Baca Juga: Honda Vario 160 ABS dan CBS Punya 6 Perbedaan, Bukan Cuma Rem, Ini Datanya yang Kamu Harus Tahu
Penyebab Tantrum:
- Frustrasi: Anak merasa frustrasi karena tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan atau tidak bisa mengkomunikasikan kebutuhannya dengan baik.
- Ketidaknyamanan: Anak mungkin merasa lapar, lelah, sakit, atau tidak nyaman, tetapi tidak bisa mengungkapkannya.
- Perubahan rutinitas: Perubahan rutinitas, seperti pindah rumah atau kedatangan anggota keluarga baru, dapat memicu tantrum.
- Perhatian: Tantrum bisa menjadi cara anak untuk mendapatkan perhatian orang dewasa.
- Baca Juga: Klasemen Liga Champions Usai Manchester United Tersingkir dari Bayern Munich
Mengatasi Tantrum:
- Tetap tenang: Penting bagi orang dewasa untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap tantrum anak.
- Hindari perdebatan: Jangan berdebat atau mencoba bernegosiasi dengan anak saat sedang tantrum.
- Jaga keamanan: Pastikan anak berada di tempat yang aman dan tidak bisa melukai diri sendiri atau orang lain.
- Distraksi: Cobalah mengalihkan perhatian anak dengan mainan, lagu, atau aktivitas lain yang mereka sukai.
- Tunjukkan empati: Setelah tantrum reda, tanyakan kepada anak bagaimana perasaan mereka dan peluklah mereka.
- Baca Juga: Kematian Andre Braugher Diduga Akibat 'Brief Illness', Penyebabnya Masih Diselidiki, Ini Pengertian Brief Illness Menurut Dokter
Penting Diingat:
- Tantrum adalah bagian normal dari perkembangan anak.
- Jangan dihukum atau dicaci maki anak saat tantrum.
- Konsisten dalam menerapkan pola asuh yang positif dan penuh kasih sayang.
- Jika tantrum anak sangat berat atau berlangsung lama, konsultasikan dengan dokter anak atau psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
- Baca Juga: Prediksi Dortmund Vs PSG di Liga Champions: Pertandingan Panas Menanti di Signal Iduna Park
Semoga artikel ini membantu Anda memahami apa itu tantrum dan bagaimana cirinya.
Dengan pengetahuan dan kesabaran, orang dewasa dapat membantu anak mengatasi tantrum dengan cara yang baik dan sehat. ***