Jurus Jitu Dari Rustam A. Munif, Konselor Bergelar Doktor Agar Lulusan SMK di Kalbar Siap Kerja

photo author
Yanuarius Viodeogo Seno, Pontianak Globe
- Selasa, 30 Mei 2023 | 12:03 WIB
Rustam A. Munif saat menyelesaikan sidang disertasinya dan sah bergelar doktor dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak (Sumber foto: Dokumen Pribadi)
Rustam A. Munif saat menyelesaikan sidang disertasinya dan sah bergelar doktor dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak (Sumber foto: Dokumen Pribadi)

PONTIANAKGLOBE -- Rustam A. Munif, konselor yang baru saja sukses sidang disertasi program doktoral Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Tanjungpura (Untan) menemukan fakta menarik dalam penelitiannya.

Pria kelahiran 18 Desember 1970 bergelar depan Dr. itu menyebutkan jumlah lulusan yang tidak bekerja dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lebih tinggi dibandingkan lulusan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dan setingkat lainnya.

"Peningkatan lulusan SMK yang ternyata jumlah lulusan yang tidak bekerja lebih banyak 10,20% dari lulusan," kata Rustam dikutip Pontianak Globe, Selasa (30 Mei 2023).

Dari hasil temuannya itu sebagai rekomendasi bagi pihak-pihak terkait untuk mendorong lulusan SMK siap kerja, kata Rustam, maka membutuhkan tiga poin rekomendasi yakni perilaku kewirausahaan, manajemen sekolah, dan efikasi diri siswa.

Penelitiannya tersebut tertuang dalam disertasi berjudul Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Perilaku Kewirausahaan dan Efikasi Diri, Terhadap Kinerja dengan Mediasi Komitmen Afektif di SMK se-Kalimantan Barat.

Oleh karena itu, Rustam yang sehari-hari sebagai pengajar di salah perguruan tinggi itu dalam penelitian mendorong agar PGRI mengumpulkan seluruh kepala sekolah SMK terkait kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh dalam peningkatan kompetensi guru.

Selain itu, jumlah guru produktif lebih banyak di sekolah-sekolah vokasi sehingga bisa menularkan jiwa kewirausahaan kepada siswanya.

Rustam melihat jumlah guru produktif kurang di SMK sehingga harus ditambah jumlah guru produktif dengan memberikan pendamping kepada guru mata pelajaran. Termasuk, pemerintah menambah kuota penerimaan guru produktif di SMK.

"Pendamping tersebut harus dari perusahaan atau pengusaha yang berkaitan dengan mata pelajarnya. Namun harus ada komitmen bersama dalam pelaksanaannya," kata Rustam.

Dalam kaitan siswa SMK siap kerja, dia menerangkan setiap sekolah menyediakan marketplace, kantin, mini market atau bengkel yang dikelola oleh para siswa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X