PONTIANAKGLOBE.COM, MARAUKE -- Teka-teki kematian anak penyandang disabilitas, Julia Risky Ramadiana (11), pada 27 Oktober 2025 mulai terkuak. Polisi menetapkan ayah kandung korban berinisial MRP sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, MRP sempat mendapat simpati publik. Ia dinilai tegar setelah putrinya meninggal dan beberapa kali meminta kepolisian segera mengungkap serta menangkap pelaku.
Baca Juga: Dua Insiden Tertemper Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, 18 Perjalanan Terdampak
Sempat Menangis di Depan Publik
MRP pernah menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat setelah kematian Julia.
“Saya tidak menyangka kalian sangat peduli dengan apa yang terjadi pada keluarga kecil saya. Terima kasih kepada kalian yang telah merasakan duka yang saya rasakan,” ujar MRP dalam sebuah acara setelah kematian Julia, dikutip dari video unggahan akun Instagram @info_kejadian_merauke pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Saat itu, MRP berharap tidak ada lagi kasus serupa yang menimpa anak-anak lainnya.
“Saya berdiri sebagai percontohan pertama dari kasus luar biasa, kebiadaban seperti ini hanya bisa dilawan dengan kita saling peduli satu sama lain,” lanjutnya.
“Biar tidak ada Julia Risky lagi yang jadi korban kebiadaban,” sambung MRP.
Berharap Merauke Jadi Kota Aman
Dalam kesempatan lain saat bertemu dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), MRP juga berharap Merauke dapat menjadi kota yang aman bagi perempuan dan anak.
“Semoga Merauke aman untuk anak-anak dan wanita. Untuk kasus ini, tersangka segera didapat supaya Julia Risky Ramadiana tidak ada lagi, saya jadi percontohan pertama dan terakhir,” ucapnya dalam video yang sama.
Baca Juga: Nenek 84 Tahun Selamat Setelah 4 Hari Tertimbun Reruntuhan Rumah akibat Gempa Flores
Ia juga mengaku khawatir kejadian serupa dapat menimpa anak-anak lainnya.
“Anak saya diculik di dalam rumah lho, bisa jadi anak kita pulang sekolah entah digandeng sama siapa dan kejadiannya bisa seperti ini,” tuturnya.
Tags
Artikel Terkait
-
Viral Dugaan Modus Gesek Nomor Rangka Mobil di Parkiran GBK, Polisi Turun Tangan
-
Optik Pontianak Rayakan 17 Tahun dengan Aksi Sosial dan Perluasan Usaha
-
BPIH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta, tapi Bipih Jemaah Turun
-
Warga Sumbar Kirim 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT, Terinspirasi Bantuan pada 2009
-
Pelajar Tewas Tertemper KRL di Kalideres, Perjalanan Lintas Tangerang Sempat Terganggu
-
Dua Insiden Tertemper Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, 18 Perjalanan Terdampak