Pengamanan tersebut mencakup 31 aksi unjuk rasa serta 16 kegiatan masyarakat di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
"Personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya," ungkap Budi.
Menurutnya, personel tersebut terdiri dari 5.670 anggota Polda Metro Jaya, 222 personel Polres jajaran, 1.500 personel TNI, serta 1.850 personel BKO Mabes Polri.
Dalam aksi tersebut, BEM UI menyuarakan sejumlah tuntutan yang mencakup persoalan ekonomi, korupsi, kebijakan pemerintah, hingga keterlibatan aparat dalam ruang sipil.
Berikut delapan tuntutan yang disampaikan BEM UI:
-
Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
-
Menghentikan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
-
Mewujudkan reforma agraria sejati.
-
Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
-
Mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
-
Menolak pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta menyoroti persoalan otonomi daerah.
-
Menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana.
-
Menghentikan tindakan represif dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP).
Aksi BEM UI tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyampaian aspirasi mahasiswa yang menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. ***