"Pater tidak saja dikenal sebagai imam, tetapi juga memiliki peran diplomatik dalam membangun jembatan komunikasi antarumat beragama di seluruh dunia," kata Ignasius.
Ia berharap pengalaman dan dedikasi Padre Marco dapat menginspirasi generasi muda Flores Timur untuk berani berkarya hingga tingkat global tanpa melupakan akar budaya dan tanah kelahirannya.
Kepulangan Padre Marco ke Lewouran menjadi momen yang telah dinantikan masyarakat.
Sehari sebelumnya, ia disambut secara adat oleh ratusan warga yang memadati jalan menuju kampung halamannya.
Sambutan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus kebanggaan masyarakat atas perjalanan putra Flores Timur yang mengabdikan diri di Takhta Suci Vatikan dan membawa nama daerahnya ke panggung internasional. ***