daily-vibes

Viral Dua Video Dugaan Perundungan Remaja Putri di Cilacap, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kamis, 6 Agustus 2026 | 21:05 WIB
Viral video dugaan perundungan ABG Cilacap, Jawa Tengah di media sosial. (Instagram/infocilacap24jam)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAWA TENGAH -- Dua video yang memperlihatkan dugaan perundungan terhadap seorang remaja putri viral di media sosial. Peristiwa tersebut diduga terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Dalam waktu berdekatan, beredar dua rekaman video yang diduga melibatkan pelaku dan korban yang sama. Kasus tersebut kini telah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Cilacap.

Baca Juga: Mahasiswi Pascasarjana UNG Tewas Terseret Ombak di Pantai Pulau Bogisa, Sempat Ditolong Wisatawan Asal Jerman

Polisi: Pelaku dan Korban Sama, Lokasi Berbeda

Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Soecahyo, mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan kedua video tersebut melibatkan pelaku dan korban yang sama, namun terjadi di lokasi berbeda.

"Sudah ditangani Unit PPA, kemarin ke rumah korban didampingi Pak Bhabinkamtibmas Karangtalun. Hasil koordinasi Kanit Reskrim ke Unit PPA, dua video di atas adalah kejadian dengan pelaku dan korban yang sama, TKP yang berbeda," ujar Galih kepada awak media, Rabu, 5 Agustus 2026.

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dengan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

"Sekarang dalam proses pemanggilan saksi dan lain-lain," tambahnya.

Korban Didampingi Dinas Sosial

Sementara itu, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Cilacap menyatakan telah melakukan pendampingan terhadap korban.

Melalui keterangan yang diunggah pada Rabu, 5 Agustus 2026, Dinsos PPPA menyebut telah melakukan penjangkauan, asesmen, serta pendampingan psikososial.

"Langsung turun tangan untuk melakukan penjangkauan, asesmen mendalam, dan pendampingan psikososial bagi anak korban bullying," tulis Dinsos PPPA.

Baca Juga: Rampok Nenek 61 Tahun di Cakung, Tetangga Korban Ditangkap Polisi

Pihaknya menegaskan, penanganan kasus ini tidak hanya berfokus pada viralnya video di media sosial, tetapi juga pada pemulihan kondisi psikologis korban.

"Fokus utama kami bukan sekadar merespons viralnya informasi, melainkan menjaga kesehatan mental, memulihkan trauma, dan melindungi masa depan anak," tulisnya.

Halaman:

Tags

Terkini