daily-vibes

Transformasi BRIvolution Reignite Kian Akseleratif, Perkuat Kontribusi bagi Perekonomian Nasional

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 11:45 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan komitmen percepatan transformasi BRIvolution Reignite untuk memperkuat kinerja Perseroan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Hingga akhir Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Penyaluran tersebut didominasi sektor produktif, dengan sektor pertanian menjangkau 869.285 debitur atau 42,68% dari total penerima KUR. Sementara sektor perdagangan mencapai 647.440 debitur atau 32,34% dari total debitur.

Selain menjadi motor utama penyaluran KUR nasional, BRI juga berperan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.

Hingga Juni 2026, penyaluran KPR Subsidi BRI mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur. Sekitar 97% dari pembiayaan tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang telah menjangkau sekitar 131 ribu debitur.

Sepanjang 2026 hingga Juni, realisasi penyaluran FLPP mencapai 19.075 unit atau sekitar 32,8% dari target 60 ribu unit.

Sementara itu, hingga 19 Juli 2026, realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp10,7 triliun atau sekitar 89% dari target tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.

Pembiayaan tersebut mendukung pelaku usaha sektor perumahan sekaligus masyarakat sebagai pembeli rumah sehingga diharapkan mampu memperkuat ekosistem perumahan, mendorong aktivitas ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja.

Hery menegaskan, transformasi BRIvolution Reignite tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja Perseroan, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

"Dengan dukungan seluruh Insan BRILiaN, kepercayaan masyarakat, serta sinergi bersama Danantara Indonesia, BRI optimistis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," kata Hery.

Pada kesempatan terpisah, Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan transformasi BUMN tidak hanya bertujuan meningkatkan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan jangka panjang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Dony, keberhasilan transformasi harus dibarengi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Kepemimpinan yang kuat menjadi faktor penting agar perusahaan mampu terus bertumbuh dan menghadapi tantangan di masa depan.

"Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan," ujar Dony. ***

Halaman:

Tags

Terkini