Menurut Rusdi, kelompok tersebut sempat mencari orang yang menegur, namun karena tidak menemukannya, mereka melampiaskan amarah dengan merusak gerobak dagangan.
"Awalnya nanya-nanya doang, mungkin karena enggak dapat orangnya, jadi emosinya membabi buta. Mereka tangan kosong, enggak pakai senjata," ujarnya.
Akibat kejadian itu, gerobak nasi uduk milik Rusdi mengalami kerusakan pada bagian roda dan kaca. Dagangannya juga sempat berantakan.
Rusdi mengaku turut menjadi korban pemukulan dan mengalami luka ringan akibat terkena pecahan kaca.
"Ini yang rusak cuma kaca sama roda, masih bisa dibenerin. Iya ramai (dipukuli) pakai tangan kosong," katanya.
"Kalau saya ini cuma kena pecahan beling aja di kaki," tambahnya.
Meski demikian, Rusdi mengaku tetap bersyukur karena kerusakan yang dialaminya tidak terlalu parah dan ia masih dapat kembali berjualan.
"Ya sudah gimana lagi, sudah suratan Ilahi. Masih bisa dagang, kerusakannya enggak parah-parah banget, cuma roda doang," tuturnya.
Sementara itu, bentrokan tersebut mengakibatkan seorang pemuda berinisial K (23) meninggal dunia. Hingga kini, polisi telah mengamankan tiga orang dan masih memeriksa 15 orang lainnya untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. ***