daily-vibes

Wilmar Kalimantan Barat Perkenalkan Cantigi Coffee, Kopi Robusta Asal Pahauman, dalam Rakor Forum TSLP Landak 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 17:26 WIB
Wilmar Kalimantan Barat secara resmi meluncurkan Cantigi Coffee, kopi robusta single origin hasil binaan petani Pahauman, Kabupaten Landak, dalam Rapat Koordinasi Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak Tahun 2026 di PT Daya Landak Plantation, Kecamatan Jelimpo, Kamis (23/7). (Pontianak Globe/Steve Vantax)

Hingga saat ini, sebagian besar program masih didominasi pembangunan infrastruktur jalan desa serta bantuan yang bersifat jangka pendek.

Melalui Cantigi Coffee, Wilmar Kalimantan Barat mulai mengarahkan program CSR menuju pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Baca Juga: Pacific Partnership 2026 Tiba di Sibolga, Perkuat Kerja Sama Penanggulangan Bencana di Indo-Pasifik

Upaya tersebut diwujudkan dengan meningkatkan nilai tambah komoditas kopi di tingkat petani, mulai dari pengolahan buah kopi menjadi biji, kemudian diproses hingga menjadi produk kemasan bermerek yang siap dipasarkan.

Ke depan, perusahaan menegaskan bahwa pengembangan desa binaan akan difokuskan pada tiga sektor utama yang telah menjadi sumber penghidupan masyarakat, yaitu hortikultura, kopi, dan peternakan.

Agar program berjalan lebih optimal, perusahaan juga berharap adanya pendampingan teknis dari perangkat daerah terkait sehingga pelaksanaannya dapat selaras dengan perencanaan pembangunan desa.

Sinergi Program dan Tetapkan Langkah Strategis

Rapat koordinasi yang berlangsung di Jelimpo merupakan agenda triwulanan Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak.

Forum ini menjadi wadah untuk menyinergikan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan dengan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Landak.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Landak Erani ST, MT menegaskan bahwa percepatan pembangunan daerah memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, kontribusi dunia usaha melalui program CSR memiliki peran penting karena dapat berjalan beriringan dengan kebijakan dan program pemerintah daerah sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Rapat dipimpin Ketua Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak, Heri Adiwijaya SE, yang memaparkan laporan kontribusi perusahaan terhadap dua program prioritas Pemerintah Kabupaten Landak, yakni pembangunan Kawasan Industri Landak (KIL) serta penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tebedak.

Laporan tersebut dipresentasikan secara terbuka di hadapan seluruh peserta dengan memuat perkembangan pelaksanaan program beserta realisasi dukungan masing-masing perusahaan. Transparansi penyampaian informasi tersebut menjadi salah satu poin positif dalam pelaksanaan rapat.

Selain membahas capaian program, forum juga menyepakati sejumlah keputusan strategis yang akan dijalankan secara bersama oleh seluruh anggota Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari perwakilan perusahaan yang menitikberatkan pada penguatan kolaborasi untuk mempercepat pembangunan Kabupaten Landak. ***

Halaman:

Tags

Terkini