Pelaksanaan PP26 dijadwalkan berlangsung hingga 1 Agustus 2026.
Selama periode tersebut, personel Indonesia bersama peserta dari negara mitra akan bekerja secara terpadu dalam empat bidang utama, yakni zeni/teknik, layanan medis, manajemen bencana, dan kegiatan kemasyarakatan.
Baca Juga: Profil Sudaryono, Wamentan yang Ditunjuk Prabowo Jadi Kepala BGN Pengganti Nanik S Deyang
Berbagai program telah disiapkan, antara lain pembangunan ruang kelas baru, renovasi dua gedung sekolah, pelatihan taktis dan praktik lapangan untuk meningkatkan kemampuan menghadapi bencana alam, penyusunan rencana penanggulangan bencana di dua rumah sakit, hingga pertukaran pengetahuan di bidang medis.
Selain itu, grup musik Pacific Partnership juga dijadwalkan tampil dalam sejumlah kegiatan sosial bersama masyarakat.
Memasuki penyelenggaraan yang ke-22, Pacific Partnership tetap menjadi misi tahunan terbesar di kawasan Indo-Pasifik yang berfokus pada kesiapsiagaan menghadapi bencana serta bantuan kemanusiaan.
Program ini dijalankan melalui kemitraan antara negara tuan rumah dan berbagai negara sahabat guna meningkatkan interoperabilitas, memperkuat kemampuan tanggap darurat, menjaga stabilitas kawasan, sekaligus membangun hubungan persahabatan yang berkelanjutan.
Sebagai armada bernomor terbesar Angkatan Laut Amerika Serikat yang ditempatkan di pangkalan garis depan, Armada Ke-7 AS secara rutin melaksanakan operasi dan latihan bersama negara sekutu maupun mitra untuk mendukung terwujudnya kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Sementara itu, Armada Pasifik AS terus mengerahkan kekuatan angkatan laut yang siap tempur untuk melindungi wilayah dan kepentingan Amerika Serikat, memperkuat daya tangkal, serta mempererat aliansi dan kemitraan internasional demi mendukung terciptanya kawasan Indo-Pasifik yang aman, stabil, dan sejahtera. ***