PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Persiapan pelaksanaan Magna Reunio atau Reuni Akbar 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 terus menunjukkan perkembangan positif.
Kabar menggembirakan datang dari sejumlah guru purna tugas yang menyatakan kesediaannya untuk menghadiri reuni akbar tersebut.
Baca Juga: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Jadi Tersangka Usai OTT KPK, Diduga Terkait Suap Proyek
Ketua Panitia Magna Reunio 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop, Yustianus Ami SE MM, mengatakan komunikasi dengan para guru senior terus dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam membangun dunia pendidikan di Nyarumkop.
Menurut Yustianus, salah satu kabar baik datang dari Bapak Drs Sumpono, guru purna tugas SMA Seminari Santo Paulus yang kini menetap di Klaten, Jawa Tengah.
Setelah dilakukan komunikasi, Drs Sumpono menyatakan bersedia hadir bersama istrinya yang juga merupakan alumni Persekolahan Katolik Nyarumkop.
"Beliau menyampaikan kesediaannya untuk hadir bersama istri pada saat reuni nanti. Mohon dukungan dari kita semua," ujar Yustianus, alumnus SMA Seminari Santo Paulus Nyarumkop yang juga Sekda Bengkayang tersebut.
Baca Juga: Hotman Paris Bantah Isu Asistennya Jadi Simpanan Febrie Adriansyah: Itu Fitnah Kejam
Selain itu, panitia juga memperoleh konfirmasi dari Ibu Wiedtheo, guru purna tugas yang pernah mengajar di SMA dan SPG Persekolahan Katolik Nyarumkop, khususnya mata pelajaran Bahasa Inggris. Saat ini, Ibu Wiedtheo berdomisili di Semarang.
Yustianus mengungkapkan bahwa Ibu Wiedtheo juga berkenan menghadiri rangkaian Magna Reunio.
Namun, dalam waktu dekat beliau baru saja mengalami musibah akibat kecelakaan sepeda motor.
Baca Juga: Curhat Pemilik UMKM di Kaltim Viral, Mengaku Didatangi Petugas Pajak dan Satpol PP
"Beliau tetap berkeinginan hadir, meskipun baru mengalami musibah. Kami mengajak seluruh keluarga besar alumni untuk mendoakan agar beliau segera pulih dan diberikan kesehatan sehingga dapat berkumpul bersama dalam Magna Reuni nanti," katanya.
Bagi banyak alumni, kehadiran para guru senior bukan sekadar memenuhi undangan reuni.
Mereka merupakan bagian dari sejarah yang telah membentuk karakter, nilai-nilai kehidupan, dan perjalanan pendidikan ribuan lulusan Persekolahan Katolik Nyarumkop selama puluhan tahun.