Jelang Magna Reunio 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop, Dua Guru Purna Tugas Nyatakan Siap Hadir

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Rabu, 22 Juli 2026 | 08:32 WIB
Yustianus Ami, Sekda Bengkayang yang juga Ketua Panitia Reuni 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop. (Dok. Staf Setda Bengkayang)
Yustianus Ami, Sekda Bengkayang yang juga Ketua Panitia Reuni 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop. (Dok. Staf Setda Bengkayang)

Warisan Pendidikan Lebih dari Satu Abad

Persekolahan Katolik Nyarumkop merupakan satu di antara lembaga pendidikan Katolik tertua di Kalimantan Barat, bahkan termasuk pelopor pendidikan Katolik di Pulau Kalimantan.

Cikal bakalnya bermula dari pelayanan pendidikan para misionaris Kapusin (OFM Cap) yang sebelumnya membuka sekolah di Pelanjau pada 1911.

Baca Juga: Peluang Dapil DPR RI Singbebas pada Pemilu 2029 Terbuka, KPU Kalbar Sebut Perlu Kajian Akademik dan Dukungan Politik

Setelah sekolah di Pelanjau ditutup akibat wabah penyakit, pelayanan pendidikan dipindahkan ke Nyarumkop.

Pada 3 September 1916, Pastor Marcellus OFMCap bersama Bruder Timoteus OFMCap tiba di Nyarumkop dan mendirikan bangunan sederhana yang difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus ruang belajar.

Tanggal tersebut kemudian dikenal sebagai tonggak lahirnya Persekolahan Katolik Nyarumkop.

Dalam perjalanannya, lembaga pendidikan ini terus berkembang hingga menaungi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, hingga pendidikan seminari.

Selama lebih dari 110 tahun, Persekolahan Katolik Nyarumkop telah melahirkan ribuan alumni yang mengabdikan diri sebagai imam, biarawan dan biarawati, guru, aparatur sipil negara, akademisi, politisi, profesional, maupun pelaku usaha di berbagai daerah di Indonesia.

Karena itu, Magna Reunio 110 Tahun tidak sekadar menjadi ajang temu kangen lintas angkatan.

Lebih dari itu, reuni ini menjadi momentum untuk mengenang warisan pendidikan yang telah dibangun para misionaris, guru, dan para pendahulu, sekaligus mempererat kembali persaudaraan seluruh keluarga besar Persekolahan Katolik Nyarumkop.

Panitia berharap semakin banyak guru, alumni, dan keluarga besar Persekolahan Katolik Nyarumkop dari berbagai penjuru Indonesia dapat hadir untuk menyukseskan peringatan bersejarah tersebut.

Kehadiran mereka diharapkan menjadi simbol penghormatan terhadap dedikasi para pendidik sekaligus memperkuat semangat kebersamaan yang telah diwariskan selama lebih dari satu abad.

Magna Reunio 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop akan menjadi momentum mempererat kembali tali persaudaraan lintas angkatan sekaligus mengenang perjalanan panjang lembaga pendidikan Katolik yang telah melahirkan banyak tokoh dan berkontribusi bagi pembangunan masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat.

"Kami sebagai panitia berharap semakin banyak guru, alumni, dan keluarga besar Persekolahan Katolik Nyarumkop dari berbagai daerah, bahkan di luar negeri dapat hadir untuk menyukseskan perhelatan bersejarah tersebut," harap Yustianus Ami. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X