Selain itu, ISPA menjadi diagnosis terbanyak untuk layanan rawat jalan, sedangkan infeksi saluran pencernaan mendominasi kasus rawat inap.
"Data ini bukan sekadar catatan administrasi Halodoc, tetapi sinyal klinis yang seharusnya menjadi dasar setiap keputusan benefit kesehatan tenaga kerja di Indonesia," ujar dr. Irwan.
Laporan tersebut juga mencatat efisiensi penggunaan layanan Digital Cashless Outpatient (DCO) atau telemedicine.
Layanan telemedicine menangani 24 persen dari seluruh kasus kesehatan dengan hanya menyerap 8 persen dari total biaya kesehatan. Tingkat penyelesaian kasus juga mencapai lebih dari 95 persen tanpa memerlukan kunjungan lanjutan ke fasilitas kesehatan dalam 30 hari.
Pada pasien dengan penyakit kronis, penggunaan layanan DCO disebut mampu menghemat biaya hingga 66,4 persen dalam 90 hari dibandingkan pasien yang tidak menggunakan layanan digital.
"Telemedicine bukan sekadar alternatif yang lebih murah. Jika dioptimalkan, layanan ini mampu mempercepat penanganan pasien sekaligus membantu perusahaan menekan biaya kesehatan," kata Fibriyani.
Saat ini, layanan DCO Halodoc for Business telah digunakan oleh lebih dari 1,5 juta pengguna dari lebih dari 3.000 perusahaan dengan dukungan lebih dari 30 mitra asuransi.
Selain telemedicine, Halodoc juga memperkenalkan HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant), teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mendukung pengelolaan layanan Third Party Administrator (TPA).
Vice President of Insurance Halodoc, Saswat Satadal, menjelaskan bahwa HILDA membantu proses verifikasi kepesertaan, validasi dokumen, pemantauan tagihan, hingga penyelesaian klaim secara otomatis.
Menurutnya, sistem tersebut mampu membantu perusahaan menekan biaya pengelolaan klaim hingga 18 persen.
Halodoc juga menghadirkan HaloAssist, layanan pendamping pasien yang memberikan bantuan mulai dari proses pendaftaran rumah sakit, pendampingan selama pemeriksaan, hingga pengiriman obat setelah pasien pulang.
Pada tahap awal, HaloAssist telah tersedia di 16 rumah sakit mitra Halodoc yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Karawang, dan Surabaya.
Saat ini Halodoc for Business melayani lebih dari 1,5 juta peserta aktif, bekerja sama dengan lebih dari 30 perusahaan asuransi, 3.000 mitra korporat, serta didukung jaringan lebih dari 4.700 fasilitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia. ***