daily-vibes

Presiden Prabowo Subianto Menegaskan Tidak akan Mentoleransi Pejabat yang Membuat Kebijakan Merugikan Masyarakat Maupun Korupsi

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:05 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan tidak akan menoleransi pejabat yang digaji oleh rakyat, tetapi justru membuat kebijakan yang merugikan masyarakat. (Dok. Gerindra)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAWA TIMUR -- Dalam kegiatan Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia yang digelar di Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026, Prabowo mengingatkan seluruh pejabat negara agar menjalankan amanah untuk kepentingan rakyat.

"Kita tidak mau toleransi kepada mereka yang dipercaya oleh rakyat, yang digaji oleh rakyat, tapi melaksanakan kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat," ujar Prabowo.

Baca Juga: TNI Kerahkan 18 Prajurit Bantu Distribusi BBM di Sumut, Ini Penjelasan Kodam I/Bukit Barisan

Presiden mengajak seluruh unsur pemerintahan, termasuk para menteri, bekerja secara maksimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pejabat yang dipilih rakyat maupun aparatur di pemerintahan, birokrasi, dan badan usaha milik negara harus bersatu dalam menjalankan tugas untuk kepentingan publik.

Tegaskan Tak Toleransi Korupsi

Selain menyinggung kebijakan yang merugikan masyarakat, Prabowo juga menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik korupsi.

"Apalagi mencuri uang rakyat. Kita tidak toleransi. Saya tidak toleransi. Saya tidak akan ragu-ragu!" tegasnya.

Soroti Pentingnya Persatuan

Prabowo menilai seluruh komponen bangsa perlu bekerja sama agar kekayaan negara dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat dan generasi mendatang.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.

"Kita tidak mau memusuhi siapa saja. Saya katakan kita mau bersahabat dengan semua negara," kata Prabowo.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Tindak Tegas Oknum Sopir Truk BBM di Sumut, Distribusi Dipastikan Tetap Normal

"Tapi kita sadar sekarang bahwa kita harus kompak, kita harus bersatu, semua unsur," lanjutnya.

Menurut Prabowo, pelaksanaan panen raya terintegrasi yang berlangsung serentak di 43 titik menunjukkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan berbagai pihak, tidak hanya Kementerian Pertanian.

Halaman:

Tags

Terkini