“Jadi, kaum projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya. Cuma teman-teman media kan ya, Projo, Pro-Jokowi, itu karena gampang dilafalkan saja,” lanjutnya.
Baca Juga: Polemik Whoosh Kembali Mencuat, Hasto Ingatkan Pemerintah: Proyek Harus Berdasar Kebutuhan Rakyat
Dalam kesempatan itu, Budi juga menjelaskan alasan pergantian logo Projo. Ia menilai penting untuk mencegah kesan mengkultuskan seseorang dalam perjalanan organisasi.
“Kemungkinan merubah logo Projo, yang nanti akan kami putuskan di kongres ke-3 ini. Logo Projo akan kami ubah, supaya tidak terkesan kultus individu,” tutup Budi.
Meski demikian, nama organisasi Projo akan tetap dipertahankan karena memiliki makna mendalam dalam bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi.***