PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Kabar duka datang dari San Gorgonio Memorial Hospital, Banning, California, Amerika Serikat.
Yurike Sanger, sosok yang dikenal sebagai istri ketujuh Presiden pertama RI, Soekarno, telah berpulang pada usia 80 tahun, Kamis (17/9/2025).
Baca Juga: Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata, Pembebasan Sandera, dan Penghormatan Hukum Humaniter di Gaza
Yurike Sanger bukan nama yang asing dalam sejarah personal Soekarno.
Pertemuan mereka terjadi di awal tahun 1960-an saat Yurike masih seorang siswi SMA dan merupakan bagian dari Barisan Bhinneka Tunggal Ika, sebuah kelompok yang sering menyambut tamu-tamu kenegaraan.
Pertemuan itu memantik ketertarikan Soekarno, dan hubungan keduanya pun berlanjut.
Pernikahan antara Soekarno dan Yurike berlangsung pada 6 Agustus 1964.
Saat itu, usia mereka terpaut sangat jauh; Yurike masih berusia 19 tahun, sementara Soekarno telah menginjak 62 tahun.
Sebelum menikah, Yurike juga memilih untuk menjadi seorang mualaf.
Baca Juga: Tren Foto Bareng Masa Kecil dengan AI Viral, Netizen Curhat Impian hingga Permintaan Maaf
Namun, pernikahan ini tidak bertahan lama.
Di tengah gejolak politik yang semakin panas setelah peristiwa G30S/1965, Soekarno memutuskan untuk menceraikan Yurike pada tahun 1968.
Keputusan berat ini diambil Soekarno agar Yurike tidak ikut menanggung beban dan kesulitan yang ia hadapi di masa-masa sulitnya.
Setelah perpisahan itu, Yurike Sanger melanjutkan hidupnya.
Ia menikah kembali dengan seorang insinyur muda dan kemudian menetap di Amerika Serikat.