PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Media sosial dihebohkan dengan video dari Guangzhou, China, yang memperlihatkan ribuan baju murah siap dikirim ke Indonesia.
Video yang diunggah akun TikTok @yinnijofq1n itu menampilkan tumpukan karung berisi pakaian dengan tujuan sejumlah kota besar, seperti Bandung, Medan, Palembang, Yogyakarta, hingga Semarang.
Baca Juga: September Ceria di Golden Tulip Pontianak, Nikmati Kuliner Hingga Staycation Hemat!
Yang jadi sorotan publik, harga baju tersebut terbilang sangat murah.
Dalam video disebutkan harga hanya sekitar Rp600–Rp700 per potong.
Bahkan, ada keterangan paket US$50 (sekitar Rp824 ribu) untuk satu bal berisi 2.000 kaus wanita dengan tujuan Bandung.
Unggahan lain menunjukkan harga serupa untuk bal berisi 900 kaus wanita dengan tujuan Jakarta.
Fenomena ini memicu kekhawatiran, terutama bagi industri tekstil lokal yang sudah kesulitan bersaing dengan banjir produk impor murah.
Publik pun mempertanyakan legalitas masuknya barang-barang tersebut.
Menteri Perdagangan Budi Santoso angkat bicara menanggapi viralnya video itu.
Baca Juga: Pontianak Memanas! Pos Polisi di Depan Ayani Megamall Hangus Terbakar saat Demo Mahasiswa
“Nanti kita cek lagi ya. Kan kemarin di Bandung kita expose barang baju bekas atau thrifting,” ujar Budi di JCC Senayan, Jakarta, Jumat, 29 Agustus 2025.
Budi merujuk pada operasi penyitaan dua pekan lalu, di mana aparat menemukan barang bekas senilai Rp112 miliar di 11 gudang di Bandung, Cimahi, dan sekitarnya, dengan total sekitar 19.000 balpres.
Menurutnya, pemerintah akan menelusuri lebih lanjut apakah pakaian murah dari China itu masuk secara legal atau ilegal.
“Yang di video itu nanti kita cek lagi, benar barang ilegal atau bukan,” tegasnya.