Ia menegaskan, penyintas HIV memerlukan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. Di sisi lain, upaya pencegahan penularan melalui edukasi dan pendampingan juga harus terus diperkuat.
Menurut Emil, penularan HIV dapat terjadi melalui berbagai faktor, sehingga diperlukan pendekatan yang tepat dalam upaya pencegahannya.
"Bagaimana seseorang bisa terinfeksi HIV juga berbeda-beda. Ada yang tentunya karena pergaulan yang salah, ada juga yang melalui penggunaan narkoba yang selama ini menjadi kekhawatiran," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak-anak di luar lingkungan sekolah.
"Anak-anak berada di sekolah dari Senin sampai Jumat, dari pagi hingga siang atau sore hari. Di luar waktu itu, keluarga juga perlu menjadi mitra dalam menjaga anak-anak muda kita dari pergaulan yang berisiko," ujarnya.
Perbincangan mengenai isu tersebut bermula dari unggahan salah satu akun X, @heyfannnnn, pada Kamis (23/7/2026).
Dalam unggahan itu, akun tersebut mempertanyakan kebenaran informasi mengenai ratusan anak dan remaja di Sidoarjo yang disebut terpapar HIV.
Unggahan tersebut juga menyertakan tangkapan layar bertuliskan, "522 anak dan remaja di Sidoarjo terpapar HIV, termasuk anak PAUD dan TK."
Namun, setelah mendapat berbagai tanggapan, akun tersebut menyebut informasi mengenai angka 522 anak itu merupakan hoaks.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menegaskan data resmi menunjukkan jumlah kasus HIV pada kelompok usia sekolah jauh lebih rendah dibandingkan angka yang beredar di media sosial. ***
Artikel Terkait
Viral Siswa SD di Grobogan Belajar di Tengah Bangunan Roboh, Tetap Semangat Ikuti Kelas dan Program MBG
Nanik S Deyang Jalani Pengobatan Jantung di Luar Negeri, Ungkap Kronologi Mundur dari Jabatan Kepala BGN
DPR dan Pemerintah Finalisasi Perpres Ojol, Aturan Ditargetkan Terbit Pekan Depan
Viral Warga Geruduk Rumah Guru ASN di Tanjungbalai, Diduga Terkait Kasus Pencabulan Siswa SD
DPR Fasilitasi Dialog Sekar Telkom, Streamlining Telkom Group Dipastikan Tak Berujung PHK
Viral Cekcok Pengemudi Alphard dan Satpam di Bundaran HI, Polisi Dalami Dugaan Korban Dipaksa Bersujud