Menurutnya, bagian atap yang pertama kali roboh berasal dari ruang kelas 6, kemudian disusul ruang kelas 5, ruang guru, dan ruang kelas 4.
"Dimulai dari ruang kelas 6, lalu kelas 5, ruang guru, dan kelas 4," ujar Juwariyah, Kamis, 23 Juli 2026.
Meski harus belajar di ruang kelas yang disekat, musala, maupun ruangan lain yang masih layak digunakan, para siswa tetap bersemangat mengikuti pembelajaran dan menikmati Program MBG.
Juwariyah menjelaskan, kerusakan bangunan diduga terjadi karena konstruksi sekolah yang sudah tua dan lapuk akibat dimakan rayap.
Kondisi tersebut diharapkan segera mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Grobogan maupun Kementerian Pendidikan agar proses perbaikan sekolah dapat segera direalisasikan. ***
Artikel Terkait
Heriyadi Rekomendasikan Karateka INKAI Kota Pontianak Ikuti UKT Zona II Kalimantan
Profil Brigjen TNI Mar Yustinus Rudiman, Jenderal Siber Berdarah Dayak Kebanggaan Kalbar
Wilmar Kalimantan Barat Perkenalkan Cantigi Coffee, Kopi Robusta Asal Pahauman, dalam Rakor Forum TSLP Landak 2026
Kampanye '1000 Hati' di CFD Jakarta Suarakan Hak Anak yang Terdampak Pemenjaraan Orang Tua
Seribu Hati Dibagikan di CFD Jakarta, Mengingatkan Publik pada Anak-anak yang Terdampak Pemenjaraan Orang Tua
Dari Kalbar ke Garda Siber TNI AL, Kiprah Brigjen TNI (Mar) Yustinus Rudiman Mengawal Pertahanan Digital Indonesia