"Penyidik akan melibatkan psikologi forensik dan menerapkan metode scientific crime investigation melalui pemeriksaan barang bukti digital, analisis forensik, serta pendekatan ilmiah lainnya," jelas Alpino.
Hasil penyelidikan juga mengungkap bahwa terduga pelaku berinisial MY pernah mengirim pesan ancaman serupa kepada ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya.
"Sebelumnya pernah mengirim WhatsApp yang sama ke Ketua RT, bukan dalam waktu yang berdekatan," ungkap Iman.
Namun, peristiwa tersebut tidak dilaporkan ke polisi karena ketua RT mengenal pelaku dan memilih menyelesaikannya melalui komunikasi secara langsung.
Fakta tersebut baru diketahui penyidik saat mengembangkan kasus ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.
Kasus ini bermula saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung pada Senin (13/7/2026).
Terduga pelaku mengirim pesan kepada guru dan staf tata usaha yang berisi ancaman telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah.
Menyikapi ancaman tersebut, seluruh siswa dipulangkan, sementara Tim Gegana Brimob bersama Densus 88 Antiteror Polri melakukan sterilisasi dan penyisiran selama sekitar empat jam.
Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan benda mencurigakan maupun bahan peledak sehingga aktivitas sekolah dipastikan aman.
Dalam penyelidikan kasus ini, polisi telah mengamankan seorang warga berinisial MY yang tinggal di sekitar sekolah dan diduga sebagai pengirim pesan ancaman tersebut. ***
Artikel Terkait
Jakarta Bhayangkara Presisi Juara AVC 2026, Gubernur Kalbar Bangga Pontianak Jadi Tuan Rumah
Kedubes Amerika Serikat Jakarta dan Amcor Untan Bekali Anak Muda Pontianak Keterampilan Mobile Journalism
Viral BMW i5 Dikejar dan Dirusak Massa usai Diduga Terlibat Kecelakaan di Jakarta Barat, Polisi Lakukan Penyelidikan
Kedubes AS Dukung Peluncuran 'Koleksi Jakarta' Platform Digital untuk Akses Ribuan Koleksi Museum
Keluarga Korban Dugaan Pembakaran Santri Batal Berangkat ke Jakarta untuk Podcast Denny Sumargo
Tim gabungan Polri dan Polda Metro Jaya menggelar penggeledahan besar-besaran di sejumlah lokasi di Bogor dan Jakarta Selatan pada Rabu, 8 Juli 2026